Kalsel Perkuat Kapasitas Pemandu Pendakian Penuhi Standar Konservasi

Kamis, 28 Mei 2026, 16:18 WIB

BANJARBARU -- UPTD Tahura Sultan Adam Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat kapasitas pemandu pendakian guna memenuhi standar konservasi hutan dan keselamatan pendaki melalui pelatihan manajemen pendakian.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Tahura Sultan Adam, Dwi Raharjo di Banjarbaru, Selasa, mengatakan pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan pengelolaan wisata alam di kawasan konservasi agar berjalan lebih aman, profesional dan sesuai kaidah pelestarian lingkungan.

Ket. Foto: Jajaran Tahura Sultan adam saat menggelar pelatihan pemandu pendakian di Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. — Sumber: ANTARA/HO-Dishut Kalsel

Ia menjelaskan pelatihan diawali dengan observasi lapangan di jalur pendakian Gunung Kahung di Desa Belangian untuk memetakan kondisi jalur secara langsung, mulai dari titik keberangkatan, basecamp, pos peristirahatan, titik rawan, hingga sumber air sebagai dasar penyusunan manajemen pendakian yang lebih terstruktur.

Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang terdiri atas aparat Desa Belangian dan Desa Pa’au, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemandu wisata pendakian Gunung Kahung dan Haur Bunak, Mapala Sylva Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, serta staf Seksi Pemanfaatan Hutan UPTD Tahura Sultan Adam.

“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem manajemen pendakian yang profesional di kawasan konservasi,” ujarnya.

Ia menegaskan peningkatan kapasitas pemandu penting untuk menjamin keselamatan pendaki sekaligus menjaga kelestarian hutan, sehingga seluruh materi pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.

Narasumber pelatihan, Han Soni Firman Zakky dari Pemandu Pendakian Gunung Semeru terdaftar di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyampaikan materi terkait pengelolaan pendakian lestari, peran pemandu dalam mitigasi risiko, teknik interpretasi wisata, serta sistem keselamatan di kawasan konservasi.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan teknis berupa manajemen pendakian berbasis konservasi serta teknik pertolongan pertama gawat darurat (P3GD) untuk menghadapi potensi risiko di medan pendakian yang memiliki karakteristik alam dinamis.

Kegiatan tersebut ditutup oleh Koordinator Penyuluh Kehutanan Riza Ali yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pemandu wisata sebagai bagian dari penguatan tata kelola destinasi wisata alam sekaligus upaya menjaga keselamatan pengunjung dan keberlanjutan kawasan konservasi di Kalimantan Selatan.

  • standardisasi pemandu pendakian

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.