• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tekan Kesenjangan Dunia Ke...

Tekan Kesenjangan Dunia Kerja, BINUS University Dorong Penggunaan AI

Selasa, 26 Mei 2026, 17:35 WIB

JAKARTA - Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kini semakin menjadi perhatian para orang tua dalam menentukan pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka. Di tengah perubahan dunia profesional yang berlangsung cepat, kualitas akademik saja dinilai tidak cukup tanpa dukungan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Banyak orang tua kini memandang pendidikan tinggi bukan hanya sebagai proses akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk membantu anak memiliki kesiapan karier dan kemampuan beradaptasi di masa depan. Kondisi tersebut juga diperkuat dengan tantangan dunia kerja global yang terus berkembang dan membutuhkan talenta dengan keterampilan baru.

Ket. Foto: BINUS University terus memperluas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital dalam ekosistem pendidikan. Pemanfaatan AI tidak hanya diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mendukung riset, layanan akademik, pengembangan mahasiswa, hingga kolaborasi dengan industri. — Sumber: Istimewa

Berdasarkan survei global ManpowerGroup, sebanyak 77 persen perusahaan masih mengalami kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Sementara itu, laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan global akan mengalami perubahan sebelum tahun 2030 akibat perkembangan teknologi dan transformasi industri.

Rektor BINUS University Dr. Nelly mengatakan pendidikan tinggi saat ini perlu mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Menurut dia, mahasiswa harus dibekali kemampuan akademik sekaligus pengalaman praktis yang mendukung kesiapan menghadapi dunia profesional.

"Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global," ujar Dr. Nelly.

Ia menambahkan pengalaman belajar yang fleksibel dan terintegrasi dengan dunia nyata menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan. Mahasiswa juga dinilai perlu memperoleh kesempatan memperluas kompetensi, exposure global, serta pengalaman profesional sejak dini.

Sebagai bagian dari penguatan sistem pembelajaran, BINUS University terus memperluas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital dalam ekosistem pendidikan. Pemanfaatan AI tidak hanya diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mendukung riset, layanan akademik, pengembangan mahasiswa, hingga kolaborasi dengan industri.

Mahasiswa didorong memahami penggunaan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, menganalisis informasi, memecahkan masalah, serta mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Pemanfaatan teknologi AI di BINUS juga diperkuat melalui berbagai platform digital seperti Binusmaya, Neksus, dan BINUS Support. Kehadiran platform tersebut membantu mahasiswa mengakses layanan pembelajaran, pengembangan diri, hingga perencanaan karier secara lebih fleksibel dan terintegrasi.

Selain memperkuat teknologi pembelajaran, BINUS University menghadirkan sejumlah program yang mendukung fleksibilitas dan pengalaman belajar mahasiswa. Program tersebut antara lain Minor Program, Mobility Program, Multi-Campus Program, hingga program 2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman profesional lebih awal melalui internship, entrepreneurship, research, community development, hingga international experience.

BINUS University juga didukung lebih dari 170 universitas mitra di berbagai negara dan lebih dari 2.200 mitra industri global. Melalui kolaborasi tersebut, BINUS terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang terhubung dengan kebutuhan industri dan perkembangan global agar lulusan lebih adaptif, melek teknologi, dan siap menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.