Percepat Penanganan Bencana Sumatera, Menkeu Siapkan Pendekatan Baru Penyaluran Dana

Senin, 25 Mei 2026, 18:10 WIB

JAKARTA – Memastikan anggaran bencana di Sumatera dapat segera tersalurkan menjadi faktor krusial dalam mempercepat respons dan pemulihan pascabencana.

Kecepatan penyaluran dana tidak hanya menentukan efektivitas penanganan darurat, tetapi juga berdampak langsung pada kemampuan pemerintah daerah dan pusat dalam menyediakan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta rehabilitasi infrastruktur yang terdampak.

Ket. Foto: Warga menunaikan shalat di area rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. — Sumber: ANTARA/ Yudi Manar.

Dalam situasi bencana, keterlambatan anggaran dapat memperpanjang masa pemulihan dan meningkatkan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat terdampak.

Di sisi lain, efektivitas distribusi anggaran juga menuntut koordinasi yang kuat antarinstansi, penyederhanaan prosedur birokrasi, serta pengawasan yang ketat agar dana tepat sasaran dan tidak mengalami hambatan administratif.

Penguatan sistem keuangan kebencanaan yang cepat, transparan, dan adaptif menjadi kunci agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mempercepat proses pemulihan dan membangun ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya membuat pendekatan baru dengan menindaklanjuti laporan kementerian/ lembaga (K/L) secara rutin guna memastikan anggaran bencana Sumatera dapat segera tersalurkan.

Pasalnya, menurut Purbaya, salah satu hambatan terkait penyaluran anggaran bencana adalah kurangnya dokumen K/L.

“Jadi, pendekatan dari Kementerian Keuangan sekarang beda. Dulu kan mereka (K/L) mengajukan, terus didiamkan. Saya bilang ke dirjen sekarang, kalau ada pengajuan anggaran yang berhubungan dengan bencana ini, setiap kali di-follow up K/L kalau kurang dokumennya,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5).

Kemenkeu sebelumnya menyiapkan anggaran hasil efisiensi belanja K/L senilai Rp60 triliun untuk pemulihan dampak bencana Sumatera.

Namun, Purbaya menyatakan dana tersebut belum terserap penuh hingga sejauh ini.

“(Kementerian) Keuangan ditanya anggaran siap nggak, saya bilang siap kan dari awal tahun. Akhir tahun lalu kami sudah siapkan Rp60 triliun, ternyata dipakai lebih sedikit tahun ini karena dibagi tiga untuk pembangunan infrastrukturnya,” jelas Menkeu.

Dia berharap dengan pendekatan baru Kemenkeu nantinya, pencairan anggaran untuk bencana Sumatera dapat dijalankan dengan lebih cepat.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar rapat Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Sumatera, untuk membahas situasi terkini dan perkembangan pembangunan.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat yang juga dihadiri oleh sejumlah menteri terkait hingga pihak kepolisian akan membicarakan langkah selanjutnya dalam rekonstruksi pascabencana Sumatera.

"Untuk mengefektifkan waktu, izinkan saya membuka rapat koordinasi pada hari ini," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera telah merampungkan pembangunan 357 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dikutip dari keterangan Satgas PRR pada Selasa (12/5), angka tersebut diperoleh berdasarkan data Satgas per 11 Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat dibanding pada 8 Mei 2026 yang tercatat sebanyak 248 unit. Artinya, dalam tiga hari terakhir terdapat penambahan 109 unit huntap selesai atau naik sekitar 43,9 persen.

Secara keseluruhan, kebutuhan huntap di tiga provinsi mencapai 39.335 unit dengan 996 unit masih dalam tahap pembangunan. Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan terbesar, yakni 28.910 unit, disusul Sumatera Utara 7.601 unit dan Sumatera Barat 2.824 unit.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Bali Kirim Lima Truk Berisi Kebutuhan Warga

Seru, Komplek TNI AU Waringin Permai Laksanakan Upacara Bendera, Perlombaan Olahraga hingga Panggung Hiburan

Rektor UI: Masih Banyak PR Pendidikan yang Harus Diselesaikan

Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT

Program Pendidikan Gratis Papua Tengah Jangkau 64.000 Pelajar dan Mahasiswa

Gempa Flores, Polda NTT Berangkatkan 125 Personel Bantu Penanganan

Hayooo Tebak, Siapa Menang Duel Janice dan Mirra Andreeva di Cincinnati?

Terkendala Lahan, Kodim Banyumas Sebut 182 dari Target 331 Gerai Kopdes Merah Putih Telah Selesai Dibangun

Kodim 0701/Banyumas Sebut 182 Gerai KDKMP Telah Dibangun

Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

BPBD Menyebut Asap Karhutla di Jambi Berkurang Dampak Turun Hujan

20.500 Narapidana di Jabar Dapatkan Remisi HUT RI

Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Sorong Susun Konsep Penerapan Bahasa Moi di Sekolah

Pangdam XVII/Cenderawasih: Perayaan HUT Ke-81 RI di Papua Berlangsung Aman

Momentum Bersejarah, 73 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak Ikuti Upacara Perdana Peringatan HUT Ke-81 RI

Pemprov Jambi Luncurkan Program Pemutihan Pajak di HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Program Zero Waste to Money Banyumas Mulai Menampakkan Hasil

Bupati Banyumas Pastikan Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi

Praktik Digitalisasi akan Dimanfaatkan Kalbar untuk Mengembangkan Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.