Lalu Lintas Krusial, Hindari Jalan Latumenten

Jumat, 22 Mei 2026, 03:22 WIB

JAKARTA – Pembangunan Jalan Layang Latumenten memasuki tahap krusial dengan pengangkatan dan pemasangan gelagara beton pracetak. Ini akan menjadi struktur utama jalan layang. Meski dilakukan malam hari, tetap akan membuat kemacetan parah, maka warga diimbau menghindari jalan ini.

“Tahapan ini merupakan bagian penting dalam pembentukan struktur utama jalan layang yang nantinya menopang beban lalu lintas,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga Jakarta, Siti Dinarwenny, Kamis. Menurutnya, pembangunan jalan layang ini dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di kawasan Jakarta Barat.

Ket. Foto: — Sumber: Kota Adminitrasi Jakarta Barat

Namun, perlu diketahui dari era orde baru berbagai cara ditempuh untuk membebaskan kawasan perempatan Grogol ini dari kemacetan, tapi tak pernah berhasil. Saat pembangunan jalan tol, jalan layang, terjadi kemacetan terus-menerus, masyarakat diberi angin surga, nanti kalau sudah selesai akan hilang kemacetannya. Nyatanya hingga detik ini, kawasan tersebut tak pernah lepas dari kemacetan.

Siti menyampaikan, pelaksanaan pekerjaan pengangkatan penyangga akan dilakukan secara bertahap pada malam hari guna meminimalisasi gangguan lalu lintas.

“Pekerjaan sekarang memasuki tahap pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak ke posisi rencana pada struktur jalan layang menggunakan alat berat. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 41 persen,” ujarnya.

Wenny menjelaskan, pekerjaan pengangkatan sisi barat Jalan Latumenten dilaksanakan 18-26 Mei pukul 22.00-04.00 WIB. Sedangkan pekerjaan di sisi timur atau Jalan Makaliwe Raya dijadwalkan berlangsung 29 Mei hingga 5 Juni pada jam yang sama. Jalan layang Latumenten dibangun dengan panjang sisi barat mencapai 435 meter dan sisi timur sepanjang 426 meter dengan lebar 11 meter.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar jalan layang (flyover) Latumenten, Jakarta Barat, karena adanya tahapan  proses pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak sebagai struktur utama

“Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan dan mematuhi rambu maupun arahan petugas di lapangan,” ujar Siti Dinarwenny.

Siti menjelaskan, untuk mendukung kelancaran pekerjaan dan keselamatan pengguna jalan, akan dilakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan selama pekerjaan berlangsung. Rekayasa lalin di siti sisi Barat, dari arah Selatan (flyover Grogol), dari arah Timur (Roxy) dan dari arah Barat (Jalan Daan Mogot) menuju Utara untuk kendaraan besar, dialihkan melalui Jalan Daan Mogot-Jalan Pangeran Tubagus Angke.

Sedangkan, kendaraan kecil dapat melalui Jalan Hadiah-Jalan Hadiah 1-Jalan Hadiah 2-Jalan Prof Dr Latumeten Barat 3. Mereka juga dapat melalui Jalan Dr Susilo I-Jalan Dr Muwardi I-Jalan Dr Muwardi Il-Jalan Dr Muwardi-Jalan Semeru dan seterusnya. Lalin dari arah Utara menuju Selatan masih dapat melintas.

Kemudian, rekayasa lalu lintas di sisi Timur mulai dari arah Utara menuju Selatan untuk kendaraan besar dialihkan putar balik di putaran sebelum Season City-Jalan Prof Dr Latumeten-Jalan Pangeran Tubagus Angke-Jalan Daan Mogot/belok kanan di simpang Jembatan Dua. Sedangkan kendaraan keil dapat melalui Jalan Semeru-Jalan Dr Muwardi-Jalan Dr Susilo 1 dan seterusyadapat melalui Jalan Dr Semeru I. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.