Kementerian ESDM Lelang 13 Blok Migas di IPA Convex 2026
Kamis, 21 Mei 2026, 08:47 WIBTANGERANG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang 13 blok minyak dan gas bumi (migas) di dalam ajang IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026.
âKementerian ESDM secara resmi mengumumkan putaran pertama lelang minyak bumi Indonesia tahun 2026, dengan total 13 wilayah kerja (WK),â ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman di hadapan para pengusaha migas yang menghadiri IPA Convex, Tangerang, Banten, Rabu (20/5).
Laode menyampaikan pemerintah memberi keleluasaan bagi para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) atau perusahaan migas untuk memilih kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) yang diinginkan, baik berupa skema gross split atau cost recovery.
Secara sederhana, skema gross split memungkinkan KKKS untuk memperoleh porsi bagi hasil yang lebih besar dari pemerintah, namun dengan biaya produksi yang tidak diganti oleh pemerintah.
Sedangkan, skema cost recovery memungkinkan KKKS memperoleh pengganti biaya produksi dari pemerintah. Namun, dengan porsi bagi hasil yang biasanya lebih tinggi untuk pemerintah sebab menanggung biaya produksi.
Insentif lainnya yang diberikan oleh pemerintah termasuk insentif perpajakan hingga pemberian kompensasi atas penyerahan minyak dan gas untuk DMO yang disebut sebagai DMO Fee (Imbalan DMO).
âBagi yang tertarik untuk berpartisipasi, lelang dimulai hari ini,â ucap Laode.
Untuk jalur direct offer, akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 3 Juli 2026. Sementara batas akhir pemasukan dokumen penawaran ditetapkan sampai 6 Juli 2026.
Selain itu, pemerintah juga membuka tender reguler untuk wilayah studi area ABT 2025 yang mencakup Wilayah Kerja Rupat, Puri, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, Rombebai, dan Jayapura.
Pada kategori ini, akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 17 Juli 2026, dengan batas akhir penyampaian penawaran sampai 20 Juli 2026.
Sementara untuk jalur regular tender lainnya, pemerintah menawarkan Wilayah Kerja Namori, South Tanimbar, Cerera, dan Areca Bruni.
Akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 15 September 2026, sedangkan pemasukan dokumen penawaran ditutup pada 17 September 2026.
Berikut adalah rincian untuk 13 blok atau wilayah kerja migas yang dilelang oleh pemerintah:
A. Jalur direct offer tender (penawaran langsung):
1. WK Natuna D Alpha
lokasi: offshore natuna
luas area: 10.211,85 km²
estimasi sumber daya: ± 2.865 mmbo
bentuk kontrak: cost recovery dengan split 50:50 (minyak dan gas)
2. WK Sapukala
lokasi: offshore Selat Makassar
luas area: 8.474,5 km²
estimasi sumber daya: ± 2.309 bscf gas
bentuk kontrak: gross split (base split psc 53:47 minyak dan 51:49 gas)
B. Daftar WK Lelang Reguler:
1. WK Rupat
lokasi: offshore dan onshore riau, serta offshore sumatra utara
luas area: 7.843,66 km²
estimasi sumber daya: ± 1.110 mmbo
komitmen: seismik 2d sepanjang 200 km
2. WK Puri
lokasi: onshore provinsi riau
luas area: 4.190,32 km²
estimasi sumber daya: ± 1.110 mmbo
komitmen: seismik 2d sepanjang 200 km
3. WK Pesut Mahakam
lokasi: onshore kalimantan timur
luas area: 1.530,15 km²
estimasi sumber daya: ± 1.336 mmbo
komitmen: seismik 3d seluas 100 km²
4. WK Bengara II
lokasi: onshore dan offshore kalimantan utara
luas area: 3.289,67 km²
estimasi sumber daya: ± 1.057 mmbo
komitmen: seismik 3d seluas 100 km²
5. WK Maratua II
lokasi: onshore dan offshore kalimantan utara
luas area: 4.350,36 km²
estimasi sumber daya: ± 3.279 mmbo
komitmen: seismik 2d sepanjang 200 km
6. WK Namori
lokasi: offshore nusa tenggara timur (ntt)
luas area: 9.769,82 km²
estimasi sumber daya: ± 17.475 mmbo atau 38,5 tcf gas
komitmen: seismik 3d seluas 200 km²
7. WK South Tanimbar
lokasi: offshore laut arafura
luas area: 8.492,49 km²
estimasi sumber daya: ± 5,6 tcf gas
komitmen: seismik 3d seluas 500 km²
8. WK Cerera
lokasi: offshore papua
luas area: 7.171,22 km²
estimasi sumber daya: ± 1.487 mmbo dan 1,3 tcf gas
komitmen: seismik 3d seluas 250 km² atau seismik 2d sepanjang 1.000 km
9. WK Areca Bruni
lokasi: offshore dan onshore papua barat daya
luas area: 8.480,52 km²
estimasi sumber daya: ± 2.985 mmboe
bentuk kontrak: cost recovery (split psc 60:40 minyak dan 55:45 gas) atau gross split
10. WK Rombebai
lokasi: offshore dan onshore papua
luas area: 7.367,48 km²
estimasi sumber daya: ± 14,75 tcf gas
bentuk kontrak: cost recovery (split psc 55:45 minyak dan 50:50 gas) atau gross split
11. WK Jayapura
lokasi: offshore dan onshore papua
luas area: 7.299,41 km²
estimasi sumber daya: ± 19,4 tcf gas
bentuk kontrak: cost recovery (split psc 55:45 minyak dan 50:50 gas) atau gross split.
- Blok Migas
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penggunaan AI Bantu Atasi Laju Penurunan Produksi Blok Rokan
-
Pertamina Resmi Akuisisi 24,5 Persen Saham Blok Migas Bobara dari Petronas
-
Malu! Angka Konsumsi Susu di Indonesia di Bawah Standar Dunia
-
Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang di Pamekasan
-
BisKita Depok Buka Koridor Baru, Ajak Warga Beralih dari Kendaraan Pribadi
-
Servis Keras Medvedev Hadapi Kecerdikan Sinner
-
Puasa Ramadan Berapa Hari Lagi? Sudah Akan Lebaran Sebentar Lagi Saja, Simak Jadwalnya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.