Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalimantan Selatan Kembangkan Tanaman Padi Apung

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Kalimantan Selatan Kembangkan Tanaman Padi Apung Doc: antara foto
Ket. Pengembangan padi apung di Kalsel.

BANJARMASIN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan percobaan pemanfaatan lahan rawa untuk pengembangan tanaman padi apung yang diterapkan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP Kalsel Masliyana mengatakan, hasil panen perdana padi apung masih belum maksimal karena budidaya padi apung masih berada pada tahap percobaan, khususnya dalam menentukan komposisi media tanam yang paling tepat.

“Panen ini menjadi tahap awal pengembangan padi apung. Hasilnya memang belum optimal karena masih dilakukan penyesuaian media tanam yang sesuai agar produktivitas dapat meningkat,” katanya, saat panen perdana padi apung di Laboratorium PTPH Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (21/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari bantuan program padi apung tahun 2025 untuk mendukung peningkatan produksi pangan di lahan rawa dan pasang surut.

Program padi apung menggunakan alokasi sebanyak 250 styrofoam dengan varietas Inpari 42.

Dari hasil panen diperoleh rata-rata 683 gram per styrofoam atau setara 3,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Menurutnya, pengembangan teknologi padi apung menjadi salah satu solusi pertanian pada wilayah rawa lebak dan lahan pasang surut yang selalu tergenang air.

Dengan metode tersebut, lahan yang sebelumnya sulit ditanami tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Selain sebagai uji coba, kegiatan panen padi apung juga menjadi sarana edukasi bagi siswa, mahasiswa magang, maupun petani yang ingin mempelajari teknologi pertanian adaptif di lahan rawa.

“DPKP Kalsel berharap pengembangan padi apung dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya percepatan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.