Pelatihan Berbasis AI Diperluas ke 24 BLK untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja
Rabu, 20 Mei 2026, 18:42 WIBJAKARTA â Indosat Ooredoo Hutchison bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan WadhwAani Foundation menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kolaborasi penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional pada 5 Mei 2026 di Jakarta.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, dan kewirausahaan bagi tenaga kerja Indonesia melalui integrasi ekosistem SIAPKerja, platform pembelajaran Wadhwani Foundation, serta dukungan konektivitas dan teknologi dari Indosat.
Melalui kolaborasi tersebut, pelatihan akan diperluas ke jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker RI melalui integrasi platform AI Wadhwani Foundation, yakni JobReady dan Genie AI, ke dalam ekosistem SIAPKerja. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan kerja peserta melalui layanan career guidance yang lebih personal, pembelajaran adaptif berbasis AI, serta modul pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan industri terkini.
Selain mendukung para pencari kerja, program ini juga diarahkan untuk mendorong pengembangan kewirausahaan digital sebagai bagian dari percepatan komitmen Indosat dan Wadhwani Foundation dalam memberdayakan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan berbasis teknologi.
Aspek inklusivitas turut menjadi fokus utama dalam kesepahaman tersebut. Ketiga pihak berkomitmen menyediakan aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK Kemnaker RI, termasuk penyediaan modul pelatihan yang dapat disesuaikan berdasarkan ragam disabilitas peserta. Dalam kerja sama ini, Indosat bertanggung jawab terhadap dukungan aksesibilitas digital, sementara Wadhwani Foundation menyediakan modul adaptif berbasis plug-and-play.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi cepat akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri yang menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja.
Menurutnya, Indonesia memang memiliki bonus demografi yang besar, namun tanpa intervensi yang tepat, potensi tersebut dapat berubah menjadi beban. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.
Ia menambahkan bahwa kesepahaman bersama yang ditandatangani menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi.
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam memastikan demokratisasi AI di Indonesia. Baginya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.
âDi Indosat, kami percaya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia,â ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (19/5).
Sementara itu, President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menekankan pentingnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja nyata. Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, pihaknya bisa menjangkau jutaan anak muda secara terukur.
âDengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh penjuru Indonesia secara terukur. Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dicari dunia industri saat ini, bukan tren kemarin,â katanya.
Dalam implementasinya, ketiga pihak akan menjalankan peran yang saling melengkapi untuk memastikan program berjalan terukur dan berkelanjutan. Kemnaker RI akan memperkuat pelaksanaan melalui dukungan kebijakan, ekosistem ketenagakerjaan nasional, serta pemanfaatan jaringan 24 BLK.
Wadhwani Foundation mendukung dari sisi kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform JobReady dan Genie AI. Adapun Indosat memperkuat program melalui dukungan konektivitas, ekosistem teknologi, serta pengembangan kapasitas digital dan inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM), mulai dari TKM Pemula hingga TKM Lanjutan.
Kolaborasi tersebut langsung diimplementasikan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10â14 Mei 2026. Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan tersebut dan menghasilkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang siap dikembangkan menjadi bisnis nyata dan berkelanjutan.
Dari inisiatif tersebut, diproyeksikan akan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan sebagai kontribusi terhadap penguatan ekonomi dan kewirausahaan nasional. Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kemnaker RI, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.
Pelatihan AI dan kecerdasan digital dalam program ini tidak hanya ditujukan bagi pencari kerja dan calon wirausahawan, tetapi juga bagi pegawai Kemnaker RI sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal dalam menghadapi transformasi dunia kerja.
Pelaksanaan program akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan oleh ketiga pihak melalui pendekatan berbasis data. MoU tersebut berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
- BLK
- Balai Latihan Kerja (BLK)
- Pelatihan Digital
- Indosat Ooredoo Hutchison
- Wadhwani Foundation
- Digitalisasi
- Yassierli
- lapangan kerja
- kecerdasan buatan (AI)
- talenta digital
- Vikram Sinha
- Transformasi Digital
- Kemnaker RI
- SIAPKerja
- Kewirausahaan Digital
- Wirausaha Digital
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
80 Orang Juleha Dilatih KPKP DKI Berkolaborasi dengan Halal Science Center IPB
-
Hingga April 2026, Throughput IPC TPK Tumbuh 6,7 Persen Capai 1,15 Juta TEUs
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
-
Perusahaan Dituntut Perkuat SDM Berbasis Teknologi untuk Hadapi Disrupsi
-
Seniman Bandung Garap Patung Tokoh Legendaris Persib
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.