Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Kembali pada Semester II 2026

Selasa, 19 Mei 2026, 17:30 WIB

JAKARTA — Nilai tukar rupiah yang belakangan tertekan terhadap dollar AS dinilai masih berpeluang kembali menguat dalam beberapa bulan mendatang. Peluang penguatan itu diperkirakan terjadi seiring meredanya tekanan eksternal dan faktor musiman di pasar keuangan.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek dan faktor musiman. Kondisi tersebut dinilai bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi domestik.

Ket. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa — Sumber: kemenkeu.go.id

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak perlu disikapi secara berlebihan karena kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Pemerintah, kata dia, saat ini fokus menjaga fondasi ekonomi agar pertumbuhan tetap terjaga.

“Nanti kita perbaiki pelemahan rupiah. Sekarang fondasi ekonominya bagus, ini hanya masalah sentimen jangka pendek," ujar Purbaya di Jakarta, Senin (18/5).

"Saya fokus menjaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu. Kami juga akan masuk ke pasar obligasi mulai hari ini.”

Ia menilai kekhawatiran sebagian pihak yang membandingkan kondisi saat ini dengan krisis 1997–1998 tidak tepat. Menurutnya, situasi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan periode krisis tersebut.

Pandangan serupa disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Ia menjelaskan penguatan dollar AS terhadap rupiah saat ini sebagian besar dipicu faktor musiman.

Faktor tersebut seperti meningkatnya kebutuhan valuta asing untuk musim haji, pembayaran dividen, dan kewajiban utang luar negeri. “Penguatan dollar AS ini terjadi karena faktor demand, biasanya untuk kebutuhan jemaah haji, pembayaran dividen, dan pembayaran utang,” ujar Perry di Gedung DPR RI.

BI memperkirakan tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara dan akan mulai mereda pada semester kedua tahun ini. Berdasarkan pola beberapa tahun terakhir, rupiah biasanya mulai menguat pada periode Juli hingga September.

“Dari pengalaman, Juli–Agustus–September akan menguat dan kami meyakini akan kembali ke kisaran Rp16.200–Rp16.800 per dollar AS, sesuai asumsi makro dalam APBN,” kata Perry.

Optimisme tersebut menjadi dasar BI untuk terus menjaga stabilitas pasar keuangan tanpa mengganggu likuiditas domestik. Perry menegaskan bank sentral siap mengambil langkah lanjutan untuk memperkuat rupiah jika diperlukan.

Ia juga mengatakan BI belajar dari pengalaman krisis 1997–1998. Ketika fokus besar pada stabilisasi rupiah justru memicu pengetatan likuiditas yang memperburuk kondisi ekonomi.

“Kami tidak mau itu terjadi. Karena itu, BI membeli SBN di pasar sekunder agar tidak terjadi kekeringan likuiditas, sekaligus untuk menarik arus modal masuk (inflow),” ujar dia.

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat serta tekanan musiman yang diperkirakan mereda dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah dan BI optimistis nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat pada paruh kedua 2026. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.