Para Siswa Digiring Mengikuti Pembelajaran Mengolah Sampah

Senin, 18 Mei 2026, 10:37 WIB

TANGERANG – Para pelajar di Tangerang mulai dikenalkan cara mengolah sampah. Bank Sampah Gantari di wilayah Paninggilan Utara Ciledug, Kota Tangerang, Banten menjadi pilot project dan pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi pelajar dan warga, karena mampu membuka peluang ekonomi dan menumbuhkan kesadaran.

"Dari yang awalnya hanya untuk mengelola sampah, seperti botol dan plastik, kini menjadi pusat pembelajaran. Kini warga mulai sadar mengelola sampah secara mandiri dan menjaga kebersihan lingkungan," kata Ketua Bank Sampah Gantari, Warto Pambudi dalam keterangannya di Tangerang, Senin.

Ket. Foto: mengolah sampah — Sumber: ant

Ia menjelaskan Bank Sampah Gantari dibentuk pada tahun 2022, yang berawal dari keresahan, karena banyak sampah berserakan, terutama botol dan plastik.

Sistem pengelolaan sampah juga dibentuk oleh pengurus. Warga diajak untuk mengumpulkan dan menyetorkan sampah anorganik kering, seperti botol plastik, gelas minuman serta kardus dan disetorkan ke Bank Sampah.

Sampah yang diberikan, kemudian dilakukan penimbangan dan hasilnya dicatat oleh pengurus Bank Sampah. Setiap kilo memiliki nilai ekonomi yang bisa dikonversi menjadi uang dan lainnya sesuai kesepakatan bersama.

"Dari yang awalnya kita ajak 18 orang, kini memiliki 200 orang nasabah. Sampah telah menjadi alat yang bernilai dan bermanfaat, terutama kebersihan lingkungan," ujarnya.

Dari upaya yang terus dilakukan secara rutin, Bank Sampah Gantari telah mendapatkan sejumlah penghargaan dari tingkat kelurahan hingga Provinsi Banten. "Bank Sampah Gantari juga masuk dalam kategori utama dalam Program Kampung Iklim," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang menyebut Bank Sampah Gantari telah menjadi pilot project dan pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi pelajar dan warga umum, karena mampu membuka peluang ekonomi dan menumbuhkan kesadaran.

Lurah Paninggilan Utara Agus Lesmana mengatakan dampak positif yang begitu besar dari adanya Bank Sampah Gantari ini akan dikembangkan ke sekolah - sekolah, terutama dalam pengelolaan lingkungan.

Sebab, banyak pelajar yang datang untuk belajar mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan, salah satunya dari SMA Yapera melalui program pengabdian masyarakat (P2M). "Oleh karena itu, ke depan akan diintegrasikan dengan program kampung iklim dan sekolah Adiwiyata," ujarnya.

Agus mengungkapkan jika Bank Sampah Gantari telah menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Karena banyak warga mendapatkan manfaat, seperti tabungan dari penyetoran sampah untuk bayar iuran dan kebutuhan rumah tangga.

"Kita akan terus kembangkan dan kampanyekan mengenai pengelolaan sampah. Apalagi, ini sejalan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya.

Muhammad Imam, siswa kelas XI SMA An - Nurmaniyah dalam keterangannya mengatakan Bank Sampah Gantari telah banyak memberikan edukasi yang baik dalam mengelola sampah, bahkan menghasilkan uang.

"Kami diajarkan mengenai pengelolaan sampah dari hal kecil hingga besar dan ternyata memiliki nilai ekonomi besar jika dikelola dengan baik," ujarnya.



Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.