AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome

Senin, 18 Mei 2026, 16:48 WIB

MOSKOW - Amerika Serikat perlu meluncurkan konstelasi 7.800 satelit dengan biaya mencapai 743 miliar dolar AS (sekitar Rp13 kuadriliun) selama 20 tahun untuk mencegat serangan terbatas 10 rudal secara bersamaan.

Analisis tersebut disampaikan RIA Novosti, dengan mengutip Kantor Anggaran Kongres AS (CBO), terkait lapisan berbasis ruang angkasa dalam sistem pertahanan udara proyek Golden Dome atau Kubah Emas yang dikembangkan Departemen Pertahanan AS.

Ket. Foto: — Sumber: White House

Lapisan pencegat berbasis ruang angkasa itu menjadi komponen paling mahal dalam sistem pertahanan proyek Golden Dome tersebut, dengan total biaya pengembangan, operasi, dan pemeliharaan diproyeksikan mencapai 1,2 triliun dolar (sekitar Rp21,2 kuadriliun) untuk 20 tahun.

Lapisan ruang angkasa itu saja telah menyumbang 60 persen dari total pengeluaran dan 70 persen dari biaya akuisisi sebesar 1 triliun dolar AS (sekitar Rp17,6 kuadriliun).

Angka tersebut jauh melampaui estimasi 185 miliar dolar AS (sekitar Rp3,2 kuadriliun), yang pernah dikemukakan direktur Kantor Golden Dome, untuk arsitektur obyektif dalam sistem tersebut selama 10 tahun ke depan.

CBO menekankan dengan mempertahankan cakupan itu dapat menambah beban keuangan cukup signifikan, karena satelit di orbit rendah, yakni 300 hingga 500 km, menimbulkan hambatan atmosfer yang dapat memperpendek masa pakai hingga sekitar lima tahun.

Untuk menjaga jumlah 7.800 satelit tetap aktif, AS harus meluncurkan sekitar 1.600 satelit pengganti setiap tahun atau total 30.000 peluncuran dalam 20 tahun. Dengan asumsi biaya peluncuran masa depan 500 dolar per kilogram, maka rata-rata biaya tiap satelit tetap sekitar 22 juta dolar.

Konstelasi masif tersebut diperlukan karena satelit dirancang mencegat rudal pada fase awal (boost phase) yang hanya berlangsung 3-5 menit.

Satelit di orbit rendah bergerak dalam jalur tertentu dan tidak bisa tetap berada di atas lokasi peluncuran, sehingga ribuan unit dibutuhkan agar selalu ada pencegat yang cukup dekat dengan target sebelum fase awal peluncuran misil tersebut usai.

Selain untuk jaringan pencegat ruang angkasa tersebut, biaya Golden Dome juga mencakup pertahanan berbasis darat dan infrastruktur pelacakan.

CBO memperkirakan 35 sektor regional akan menelan 187 miliar dolar AS (sekitar Rp3,2 kuadriliun) untuk pertahanan terminal terhadap rudal jelajah dan hipersonik.

Tiga situs pertahanan luas atas dan empat situs pertahanan luas bawah masing-masing menambah biaya 46 miliar dolar (Rp812 triliun) dan 29 miliar dolar (sekitar Rp512 triliun).

Sementara itu, konstelasi satelit khusus pelacakan diperkirakan menelan 90 miliar dolar, ditambah 92 miliar dolar untuk riset, pengembangan, dan integrasi sistem. Ant

  • donald trump
  • Golden Dome

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.