Satpol PP Secara Bertahap akan Perluas Penataan PKL ke Sejumlah Kawasan Strategis di Kota Bandung
Minggu, 17 Mei 2026, 18:58 WIBBANDUNG - Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyatakan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung akan diperluas ke sejumlah kawasan strategis secara bertahap. Hal itu disampaikannya di sela Rapat Pimpinan di Balai Kota, Jumat (15/5) lalu.
Sebelumnya, Satpol PP telah menertibkan bangunan liar dan lapak PKL di kawasan Jalan Gatot Subroto. Penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik dan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
âPada prinsipnya kita akan terus melakukan kegiatan penertiban dan penataan kota ini tidak hanya di Gatot Subroto,â ujar Bambang.
Ia menyebut, sejumlah kawasan yang akan menjadi fokus penataan di antaranya Cicadas Market, Jalan Banten, Panjunan, Astana Anyar, Pajagalan, kawasan Monumen Perjuangan (Monju), sekitar Gedung Sate, hingga kawasan sekitar kampus Unpad Dipati Ukur.
Menurut Bambang, penataan di kawasan Cicadas Market menjadi salah satu prioritas karena Jalan Ahmad Yani nantinya akan menjadi jalur lintasan Bus Rapid Transit (BRT).
âKita sekarang sedang melakukan pendekatan kepada koordinator. Bagaimanapun juga Jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi Cicadas Market itu akan menjadi lokus BRT juga. Pasti nantinya akan kita tertibkan,â kata dia.
Ia mengatakan, pendekatan persuasif dan sosialisasi terus dilakukan kepada para koordinator maupun pedagang sebelum proses penertiban dilaksanakan.
Satpol PP Kota Bandung, lanjut Bambang, juga menggandeng berbagai pihak dalam proses penataan kawasan, mulai dari kewilayahan, Satgas PKL, hingga Diskop UKM.
âKita tetap melakukan edukasi, pendekatan, kerja sama dengan KUKM dan Satgas PKL. Bagaimana kita melakukan penataan kota ini agar betul-betul nyaman buat warga masyarakat,â ujar dia.
Selain PKL, Bambang juga menyoroti keberadaan parkir liar dan bangunan yang berdiri di atas trotoar maupun saluran air. Ia menegaskan trotoar harus kembali difungsikan untuk pejalan kaki.
Di sisi lain, Bambang turut mengapresiasi para PKL di kawasan Jalan Ibu Inggit yang dinilai kooperatif dalam mendukung penataan kawasan heritage tersebut.
âKami ucapkan terima kasih kepada para PKL yang bekerja sama dengan kita yang sudah mengosongkan Jalan Ibu Inggit (Jalan Ibu Inggit Garnasih). Karena di sana ada heritage, ada rumah Ibu Inggit, dan itu akan ditata oleh pemerintah kota,â kata dia.
Ia berharap, penataan kawasan dapat berjalan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, tokoh masyarakat, dan warga sekitar agar hasil penataan dapat bermanfaat untuk semua. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kemarau Ekstrem Ancam Babel, BPBD Kerahkan TRC Cegah Karhutla.
-
Pemprov NTB Usul Pendistribusian BBM bagi Nelayan Sesuai Musim Melaut
-
Tragedi Hari Kemerdekaan AS: 8 Orang Terluka dalam Penembakan di Brooklyn
-
Pemerintah Siapkan Digital Single ID Berbasis AI, Penyaluran Bansos Ditargetkan Lebih Akurat dan Efisien
-
Euforia Nobar Piala Dunia Jadi Rezeki Tambahan bagi UMKM Kaltim
-
Malaysia Ingin Tiru Indonesia, Model LMKN Jadi Acuan Pengelolaan Royalti Musik yang Lebih Transparan dan Adil
-
Gubernur Jabar: Reaktivasi Bandara Husein Bakal Dongkrak Pariwisata di Kota Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.