Sinyal Tegas ke Moskow: F-16 Rumania Tembak Jatuh Drone Ketiga Russia dan Panggil Duta Besar

Senin, 27 Jul 2026, 00:00 WIB

BUKARES – Ketegangan antara Rumania dan Rusia kembali meningkat setelah militer Rumania menembak jatuh drone yang diduga berasal dari Rusia untuk ketiga kalinya dalam tiga hari berturut-turut. Insiden tersebut mendorong pemerintah Rumania memanggil Duta Besar Rusia guna menyampaikan protes resmi atas dugaan pelanggaran wilayah udaranya.

Menurut Menteri Pertahanan Rumania, Radu Miruță, sebuah jet tempur F-16 menembak jatuh drone tersebut di atas Laut Hitam pada Minggu (26/7), sekitar lima menit setelah pesawat nirawak itu memasuki wilayah udara Rumania.

Ket. Foto: Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa drone yang ditembak jatuh pada Jumat merupakan drone kamikaze Shahed yang digunakan Rusia dalam invasinya ke Ukraina. — Sumber: Istimewa

Dari The Guardian, Menteri Luar Negeri Oana Țoiu menyatakan pemanggilan Duta Besar Rusia dilakukan menyusul serangkaian pelanggaran wilayah udara yang terus berulang dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Rumania Nicușor Dan mengungkapkan hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa drone yang ditembak jatuh pada Jumat merupakan drone kamikaze Shahed yang digunakan Rusia dalam invasinya ke Ukraina. Sementara itu, penyelidikan terhadap drone yang ditembak jatuh pada Sabtu dan Minggu masih berlangsung.

"Tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi bagi Federasi Rusia untuk terus melanggar wilayah udara Rumania, yang juga merupakan wilayah udara NATO dan Uni Eropa," tulis Nicușor Dan melalui media sosial X.

Juru bicara militer senior NATO, Martin O'Donnell, mengatakan indikasi awal juga mengarah bahwa drone yang ditembak jatuh pada Minggu berasal dari Russia. Ia menambahkan, insiden tersebut terjadi ketika Rumania bersama sejumlah negara NATO tengah memperkuat pertahanan udara, termasuk dengan mengakuisisi sistem pencegat drone berbasis darat.

Sebagai bagian dari penguatan pertahanan, Rumania pada akhir Juni mulai mengintegrasikan sistem anti-drone Merops buatan Amerika Serikat ke dalam jaringan pertahanannya. Sistem bergerak yang didukung kecerdasan buatan (AI) itu dirancang untuk mendeteksi dan mencegat target kecil yang terbang pada ketinggian rendah.

Sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 2022, Rumania telah melaporkan puluhan pelanggaran wilayah udara oleh drone. Salah satu insiden bahkan menyebabkan sebuah drone menghantam bangunan tempat tinggal di Kota Galați, dekat perbatasan Ukraina, pada Mei lalu dan melukai dua warga.

Menyusul meningkatnya ancaman tersebut, Parlemen Rumania pada 2025 mengesahkan undang-undang yang memberikan kewenangan kepada militer untuk menembak jatuh drone yang memasuki wilayah udara negara itu tanpa izin.

Rumania bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah tersebut. Sejumlah negara yang berbatasan dengan Ukraina juga telah beberapa kali menembak jatuh drone yang memasuki wilayah mereka sejak perang dimulai, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah dan mencegah eskalasi konflik.

  • Konflik Russia - NATO

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.