Pencarian Nahkoda Speedboat yang Tenggelam di Teluk Tomini

Minggu, 26 Jul 2026, 23:27 WIB

Gorontalo - Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap kecelakaan speedboat yang hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, memasuki hari ketiga, Minggu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan  Gorontalo Heriyanto di Kota Gorontalo, Minggu mengatakan dalam operasi hari ketiga ini Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian terhadap satu korban yang masih dinyatakan hilang.

Ket. Foto: Tim SAR gabungan tengah melaksanakan operasi pencarian seorang nahkoda speedboat yang tenggelam di perairan Teluk Tomini, Minggu (26/7/2026). — Sumber: Antara

"Satu korban belum ditemukan dan masih dalam tahap pencarian oleh tim SAR gabungan yaitu Ferdiansyah (29), yang merupakan nahkoda speedboat tersebut," kata Heriyanto.

Sebelumnya pada Sabtu (25/07), tim gabungan berhasil menemukan 12 korban dalam keadaan selamat.

Para korban ditemukan oleh tim SAR Unit 3 menggunakan speedboat milik salah satu resort di Tojo Una-Una setelah menyisir jalur pelayaran, kemudian dievakuasi kembali ke risort untuk penanganan lebih lanjut, sementara sang nahkoda belum berhasil ditemukan.

Pada pencarian hari ketiga itu kata dia, tim SAR gabungan mengerahkan tiga unit SAR, dimana unit 1 bergerak menggunakan perahu penyelamat dari kawasan Pantai Pohon Cinta, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Kemudian unit 2 menggunakan Kapal Negara SAR Bisma, menuju Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menjemput Warga Negara Asing (WNA) yang selamat, laku bertolak ke Pelabuhan Ampana sambil menyisir rute.

Sementara untuk unit 3 kata dia menggunakan speedboat milik resort setempat untuk menyisir area seluas 206 mil laut persegi.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan personel lintas unsur seperti Pos SAR Marisa, Kapal Negara SAR Bisma, Polairud Polda Gorontalo, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa dan tim dari salah satu resort di Kabupaten Tojo Una-Una.

Dalam upaya pencarian hari ini kata dia, tim SAR gabungan terkendala dengan cuaca, yaitu gelombang air laut yang tingginya mencapai 1,25 sampai 2,5 meter, serta hembusan angin kencang berkecepatan 15 sampai 20 knot.

Ia mengatakan seluruh tim terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area penyisiran, serta tetap mengutamakan keselamatan personel.

"Yang perlu kami tegaskan, seluruh operasi Basarnas ini gratis. Kami tidak meminta sumbangan atau membebankan biaya kepada pihak manapun, terutama korban maupun keluarga korban. fokus kami menemukan Ferdiansyah dengan selamat, dan perkembangan situasi akan terus kami informasikan secara terbuka kepada publik," imbuhnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.