Jelang Idul Adha, Permintaan Sapi Kurban di Ponorogo Kian Ramai

Minggu, 17 Mei 2026, 21:30 WIB

PONOROGO – Peningkatan permintaan sapi kurban menjelang Idul Adha menjadi indikator menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat sekaligus perputaran ekonomi di sektor peternakan.

Momentum ini biasanya mendorong kenaikan transaksi ternak, mulai dari peternak, pedagang, hingga jasa distribusi hewan kurban di berbagai daerah.

Ket. Foto: Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Jetis, Ponorogo, meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Minggu (17/5/2026). — Sumber: Antara/HO - Prastyo

Namun, tingginya permintaan juga berpotensi memicu kenaikan harga sapi, terutama jika pasokan tidak tersebar merata atau biaya distribusi meningkat.

Karena itu, stabilitas stok dan kelancaran distribusi antarwilayah menjadi faktor penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa lonjakan harga yang berlebihan.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan sapi kurban juga mendorong pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan guna mencegah penyebaran penyakit ternak.

Dengan pengelolaan yang baik, momentum kurban tidak hanya menjadi penggerak ekonomi musiman, tetapi juga memperkuat sektor peternakan nasional.

Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur meningkat sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, seiring melonjaknya permintaan hewan kurban, terutama sapi.

Pedagang ternak asal Trenggalek, Ahmad Saiful Wahid, Minggu (17/5), mengatakan, transaksi penjualan sapi tahun ini mengalami peningkatan dibanding musim kurban tahun sebelumnya.

“Pembeli sapi sekarang lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Ia mengaku tiga ekor sapi yang dibawanya ke Pasar Hewan Jetis langsung habis terjual pada hari yang sama.

Menurut Ahmad, pada Idul Adha tahun lalu dirinya menjual sekitar 50 ekor sapi, sedangkan tahun ini penjualan sudah mencapai sekitar 60 ekor meski hari raya belum tiba.

Meningkatnya daya beli masyarakat membuat kelompok arisan maupun organisasi lebih memilih sapi sebagai hewan kurban bersama.

Harga sapi pun mengalami kenaikan antara Rp3 juta hingga Rp4 juta dibanding sebulan sebelumnya.

Saat ini sapi berbobot sekitar 500 kilogram dijual hingga Rp29 juta per ekor, sedangkan sapi ukuran sedang dibanderol Rp23 juta hingga Rp25 juta.

“Kenaikan harga diperkirakan masih terjadi mendekati Idul Adha,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada penjualan kambing yang justru mengalami penurunan permintaan.

Pedagang kambing asal Kecamatan Sawoo, Sukrianto, mengatakan melimpahnya stok kambing dari dalam maupun luar daerah membuat penjualan tidak seramai sapi.

“Stok kambing melimpah sehingga banyak yang belum terjual,” katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.