Pemkab Banyuwangi Jadikan Sumber Air Tertua dan Bersejarah sebagai Wisata Edukasi

Jumat, 15 Mei 2026, 07:52 WIB

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, menjadikan kawasan sumber mata air tertua dan bersejarah sebagai wisata edukasi alternatif sekaligus mengenalkan kepada pelajar dan masyarakat.

Sumber mata air yang menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, itu untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Banyuwangi, yakni Sumber Air Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Ket. Foto: Sumber air bersejarah di Banyuwangi, Jatim — Sumber: antara foto

"Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat, dan ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik dan lingkungan yang melingkupinya," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat (15/5).

Sumber Air Gendor yang dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927 tersebut, lanjut dia, akan menjadi wisata edukasi alternatif, terlebih sumber mata air ini bisa disebut semacam cagar budaya.

Menurut Ipuk, sumber mata air tertua itu berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi dan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk.

"Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan itu berada di lereng Gunung Ijen," katanya.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurrahman menyampaikan bahwa pelajar bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya, dan pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.

Menurut dia, PUDAM Banyuwangi sangat menjaga kawasan itu dan pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat. Selain airnya yang kaya mineral, Sumber Air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.

"Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Labkesda," kata Abdurrahman.

Di tempat itu, katanya, anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka, dan siswa bisa minum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.

"Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini," ujar Abdurrahman.

Ia menambahkan, siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar Sumber Air Gedor, karena lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri dan lainnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.