Tak Lagi Andalkan Daratan, Sumut Mulai Serius Garap Cuan dari Perikanan

Kamis, 14 Mei 2026, 18:30 WIB

MEDAN – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kelautan dan perikanan menunjukkan potensi ekonomi maritim yang semakin mampu dimanfaatkan sebagai sumber pertumbuhan daerah.

Kenaikan kontribusi sektor ini umumnya didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi perikanan, penguatan hilirisasi, optimalisasi retribusi pelabuhan dan tempat pelelangan ikan, hingga berkembangnya industri pengolahan hasil laut.

Ket. Foto: Budidaya Ikan Air Payau dan Laut di Desa Pekan Sialang Buah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (12/5/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Sumut

Di sisi lain, tren tersebut juga mencerminkan pentingnya pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan agar peningkatan penerimaan daerah tidak hanya berorientasi pada eksploitasi jangka pendek.

Pemerintah daerah perlu menjaga keseimbangan antara target ekonomi, kesejahteraan nelayan, dan keberlanjutan ekosistem laut agar sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi penopang PAD dalam jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kelautan dan perikanan, terutama melalui unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di kabupaten kota.

"Kita hadir untuk melihat langsung sarana dan prasarana yang ada, serta bagaimana upaya meningkatkan PAD dari sektor ini," ucap Wakil Gubernur Sumut Surya usai meninjau UPTD Budidaya Ikan Air Payau dan Laut di Desa Pekan Sialang Buah, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (12/5).

Wagub mengatakan, potensi peningkatan PAD dari beberapa UPTD milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut sangat besar.

Diantaranya UPTD Budidaya Ikan Air Payau dan Laut yang bertugas melakukan budidaya, pembenihan ikan/udang, serta restocking benih ikan di perairan Sumatera Utara.

"Potensinya sangat besar, tinggal bagaimana pengelolaannya bisa lebih dimaksimalkan,” kata Surya.

Menurut dia, sektor kelautan dan perikanan tersebut memiliki peran strategis, tidak hanya dalam meningkatkan dalam pendapatan asli daerah.

"Tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah, dan penguatan ekonomi masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wagub yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap dan Kepala UPTD UPTD Budidaya Ikan Air Payau dan Laut Muhammad Farid Hakim meninjau kawasan UPTD Budidaya Ikan Air Payau dan Laut seluas 7,8 hektare.

Wagub mendapatkan sejumlah informasi yang menjadi sumber retribusi daerah dan sekaligus penyumbang PAD, diantaranya pembenihan ikan nila salin, dan budidaya udang vaname.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus memberikan dukungan pengembangan sektor kelautan dan perikanan, baik peningkatan fasilitas mau pun pembinaan SDM agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Surya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut Imaida Noor Hasibuan menyampaikan, UPTD Budidaya Ikan Air Payau dan Laut merupakan salah satu unit berkontribusi bagi PAD.

UPTD tersebut membawahi lima instalasi tersebar di sejumlah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, yakni Dempon Babalan di Langkat, dan Pusat Pembenihan Ikan (Puspik) Kerasaan di Simalungun.

"Ada Puspik Simpang Dua di Pematangsiantar, Puspik Ambarita di Samosir, dan Demonstrasi Kolam Budidaya Air Payau dan Laut di Serdang Bedagai," tutur Imaida Noor.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.