RI-Jerman Teken Rencana Kerja 2026-2027, Perkuat Infrastruktur Mutu untuk Dongkrak Ekspor

Kamis, 14 Mei 2026, 22:54 WIB

JAKARTA– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri terus memperluas kerja sama internasional guna mendongkrak daya saing industri nasional. Salah satunya lewat 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure yang digelar di Jakarta, Kamis (7/5).

Forum ini jadi momentum memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di bidang infrastruktur mutu. Sistem ini dinilai penting untuk membuat industri nasional lebih kompetitif, adaptif, dan siap ekspor.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut penguatan infrastruktur mutu jadi kunci meningkatkan daya saing di tengah dinamika perdagangan global dan transformasi industri digital — Sumber: istimewa

Hadir dalam pertemuan perwakilan pemerintah kedua negara, lembaga standardisasi, akreditasi, metrologi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan mitra strategis. Delegasi Jerman dipimpin Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy. Dari Indonesia, acara dibuka Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut penguatan infrastruktur mutu jadi kunci meningkatkan daya saing di tengah dinamika perdagangan global dan transformasi industri digital.

“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke Eropa,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (14/5).

Menurutnya, infrastruktur mutu adalah fondasi agar industri Indonesia bisa memenuhi standar global dan mendapat kepercayaan pasar internasional. Karena itu, penguatan standardisasi, penilaian kesesuaian, dan transformasi digital dalam sistem infrastruktur mutu perlu terus didorong.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menambahkan, infrastruktur mutu berperan strategis untuk daya saing industri, perlindungan konsumen, akses pasar internasional, dan transformasi industri berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya sinergi Indonesia-Jerman dalam menghadapi tantangan global, termasuk harmonisasi regulasi teknis dan digitalisasi industri.

Agenda utama pertemuan adalah penandatanganan Work Plan kerja sama Indonesia–Jerman periode 2026–2027 sebagai komitmen melanjutkan kolaborasi strategis di bidang infrastruktur mutu.

Tiga isu utama dibahas dalam forum ini. Pertama, harmonisasi sistem Quality Infrastructure dalam kerangka Indonesia–EU CEPA, termasuk peluang memperluas akses pasar lewat penguatan standar dan penilaian kesesuaian.

Kedua, penguatan keselamatan dan kualitas produk melalui standardisasi, peran lembaga penilaian kesesuaian, serta peningkatan kepercayaan pasar. 

Ketiga, digitalisasi infrastruktur mutu, khususnya kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport Uni Eropa.

Melalui forum ini, Indonesia dan Jerman berharap membangun sistem infrastruktur mutu yang modern, adaptif, dan terintegrasi global untuk mendukung daya saing industri serta memperluas pasar internasional.

Di penutupan acara, Emmy menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jerman, BMWE, GIZ, dan mitra strategis yang mendukung penguatan Quality Infrastructure di Indonesia. Ia berharap kerja sama ini terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi ekonomi dan industri ke depan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.