BPH Migas Gandeng UGM Kawal BBM Subsidi Tepat Sasaran

Kamis, 14 Mei 2026, 16:23 WIB

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka mengawal pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5), mengatakan generasi muda dan akademisi perlu memahami tata kelola distribusi BBM subsidi, kompensasi, hingga BBM nonsubsidi, yang digunakan masyarakat.

Ket. Foto: Kuliah umum di Sekolah Vokasi Departemen Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta, Rabu (13/5). — Sumber: antara foto

"Kami menyampaikan peran dan fungsi BPH Migas serta urgensi tata kelola regulasi penyaluran BBM, baik itu BBM subsidi dan kompensasi, maupun jenis bahan bakar umum yang dikonsumsi masyarakat," terangnya dalam kuliah umum di Sekolah Vokasi Departemen Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta, Rabu (13/5).

Menurut Wahyudi, civitas academica dapat menyampaikan edukasi kepada publik pentingnya hemat energi.

Penggunaan energi secara bijak merupakan bagian dari upaya menuju swasembada energi nasional.

Kajian yang dilakukan di lingkungan kampus juga diperlukan agar kebijakan subsidi BBM semakin tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat yang berhak sebagai penggerak roda ekonomi di masing-masing daerah.

Tujuannya, agar distribusi BBM di berbagai wilayah dapat berjalan lebih optimal dan masyarakat tidak mengalami hambatan akses energi, mengingat kondisi geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas.

"Ini penting, UGM juga melakukan monitoring (pemantauan) terhadap penyaluran BBM agar tepat sasaran maupun tepat manfaat kepada masyarakat," katanya.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut istimewa di mana UGM terus menciptakan generasi muda dapat memahami peran pentingnya negara dalam penyediaan dan distribusi BBM, serta dapat melakukan pengawasan secara langsung bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Wahyudi mencontohkan tantangan pendistribusian BBM di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Indonesia seperti Desa Long Bawan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pengiriman BBM menuju wilayah perbatasan dengan Serawak, Malaysia, itu dilakukan menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata maksimal tiga kali sehari.

Sementara, perjalanan jalur darat harus menembus rute 2-3 hari menuju pedalaman yang berjarak 30-40 km karena harus melalui medan berat, ekstrem dan berisiko tinggi.

"Penyediaan BBM hingga wilayah 3T merupakan tugas negara. Dengan risiko yang sangat tinggi untuk dapat mengirimkan BBM bagi masyarakat yang benar-benar sulit terjangkau," ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat tata kelola penyaluran BBM subsidi dan kompensasi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BPH Migas memastikan subsidi energi tersalurkan tepat sasaran, tepat volume dan tepat manfaat.

Wahyudi menjelaskan sepanjang 2025, realisasi penyaluran BBM subsidi dan kompensasi tetap terkendali, tersalurkan kepada masyarakat yang berhak dan berada di bawah alokasi APBN, yang telah ditetapkan.

Hal ini mencerminkan penguatan pengawasan dan pengendalian yang dilakukan secara menyeluruh.

Dengan pengawasan dan tata kelola yang semakin transparan, pemerintah memastikan subsidi energi tetap menjadi instrumen perlindungan sosial sekaligus penopang stabilitas ekonomi.

"Kita kawal bersama agar prinsip pelayanan kepada masyarakat yang melaksanakan dan melakukan kegiatan ekonomi di tingkat daerah dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Hal itu juga untuk mendorong agar civitas academica UGM dapat memberikan kontribusi dan masukan kepada BPH Migas terhadap asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia agar kemandirian energi dapat terjamin dan terlaksana dengan baik.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono mengatakan distribusi BBM merupakan isu kompleks yang perlu dipahami dunia akademik agar bisa memberikan solusi berbasis data dan kajian.

"Kami berharap kolaborasi ini diteruskan untuk membentuk working group (kelompok kerja) yang fungsinya untuk memprediksi perkembangan ke depan dengan berbagai data yang dikumpulkan. Agar kita dapat mempersiapkan sedini mungkin apa yang akan terjadi baik secara ekonomi, sosial maupun hal lainnya," jelasnya.

Sementara itu, mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Gilang Prayoga mengatakan melalui kuliah umum ini dirinya mendapatkan wawasan baru mengenai pengendalian dan pengawasan distribusi BBM di Indonesia.

Kegiatan turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Sekolah Vokasi UGM Endang Soelistiyowati, Peneliti Pusat Studi Energi UGM Agung Satriyo, dan Region Manager Retail Sales Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Drestanto Nandhiwardana.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.