Menko Muhaimin Dukung SOIna Perjuangkan Atlet Disabilitas Intelektual

Rabu, 13 Mei 2026, 21:35 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan dukungannya kepada Special Olympics Indonesia dalam memperjuangkan ruang dan kesempatan bagi atlet penyandang disabilitas intelektual Indonesia untuk berprestasi di ajang olahraga nasional maupun internasional.

Dalam audiensi bersama jajaran SOIna di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (11/5/2026), Muhaimin mengapresiasi dedikasi SOIna dalam mendampingi serta membina penyandang disabilitas intelektual melalui berbagai kegiatan olahraga maupun non-olahraga, termasuk bidang kesehatan, sosial, dan kebudayaan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Menurut dia, gerakan kesukarelawanan dan pemberdayaan yang dijalankan SOIna menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

“Kegiatan ini luar biasa. Kesukarelawanan menjadi kekuatan yang sangat penting dan kami di kementerian siap memberi dukungan kepada saudara-saudara,” kata Muhaimin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, menyebut jumlah penyandang disabilitas intelektual di Indonesia diperkirakan mencapai 5,4 juta jiwa atau sekitar 2,3 persen dari total populasi berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, menurut dia, kelompok tersebut masih menghadapi stigma sosial dan minim perhatian publik.

“Di masyarakat masih banyak stigma negatif terhadap penyandang disabilitas intelektual. Padahal mereka memiliki potensi dan talenta luar biasa yang perlu difasilitasi, bukan dikasihani,” ujar Warsito.

SOIna secara rutin menggelar pembinaan dan kompetisi olahraga bagi atlet bertalenta khusus mulai dari tingkat klub, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Pada Oktober 2026, SOIna dijadwalkan menggelar Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) di Kupang sebagai ajang seleksi menuju Special Olympics World Summer Games di Santiago, Chile pada 2027.

Sementara itu, atlet SOIna cabang dance sport, Anastasia Aresyenan Bwariat, turut membagikan pengalamannya saat mewakili Indonesia dalam Special Olympics World Winter Games di Turin, Italia. Anastasia berhasil meraih medali perunggu pada cabang sport dance.

“Saya bangga bisa menjadi atlet yang membanggakan Indonesia. Saya berharap mendapat dukungan agar bisa kembali berprestasi di Pesonas Kupang dan meraih medali emas,” ujar Anastasia.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.