Tiongkok Melaju Menuju Energi Hijau dan Rendah Karbon

Sabtu, 06 Des 2025, 11:59 WIB

Beijing (ANTARA) - Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), Tiongkok menyaksikan transisi energi hijau dan rendah karbonnya mengalami percepatan dengan laju tertinggi, menurut Kepala Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration/NEA) Wang Hongzhi.

Menurut NEA, selama periode tersebut, listrik hijau menyumbang sepertiga dari total konsumsi listrik Tiongkok.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Listrik hijau dihasilkan dari sumber-sumber energi terbarukan seperti tenaga bayu, surya, dan biomassa.

Tiongkok terus meningkatkan pasokan energi nonfosil, menciptakan sistem energi terbarukan yang terbesar, dan mencatat pertumbuhan tercepat di dunia. Menurut NEA, selama 2021 hingga 2025, kapasitas terpasang pembangkit listrik terbarukan Tiongkok meningkat dari 40 persen menjadi sekitar 60 persen, dengan tenaga bayu dan fotovoltaik memainkan peran sentral dalam transisi energi tersebut

Direktur Departemen Energi Baru dan Energi Terbarukan NEA Li Chuangjun mengatakan bahwa total kapasitas terpasang tenaga bayu dan surya di Tiongkok telah meningkat dari 530 juta kilowatt pada 2020 menjadi 1,68 miliar kilowatt per akhir Juli 2025, menandai rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan 28 persen.

Proporsi produksi listrik tenaga bayu dan fotovoltaik dalam total konsumsi listrik meningkat dari 9,7 persen pada 2020 menjadi 18,6 persen pada 2024, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan lebih dari 2 poin persentase.

Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, Tiongkok memimpin secara global dalam hal energi baru dan peralatan teknologi terkait lainnya, dengan paten energi baru mencakup lebih dari 40 persen di seluruh dunia.

Hingga paruh pertama tahun ini, kapasitas penyimpanan energi jenis baru Tiongkok telah mencapai sekitar 95 juta kilowatt, menandai peningkatan hampir 30 kali lipat dalam lima tahun dan menduduki peringkat pertama secara global.

NEA mengungkapkan pada 2024, produksi dan konsumsi hidrogen Tiongkok melampaui 36 juta ton, mempertahankan posisi teratas secara global, dengan kapasitas produksi hidrogen berbasis energi terbarukan menyumbang lebih dari separuh dari total produksi hidrogen dunia.

Melihat ke depan dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), Wakil Ketua Eksekutif Dewan Kelistrikan Tiongkok Yang Kun mengatakan bahwa upaya harus difokuskan pada memastikan tingkat pemanfaatan yang wajar dari proyek-proyek pembangkit listrik energi terbarukan yang baru dibangun maupun yang sudah ada.

Pada saat yang sama, sebut Yang, skenario aplikasi nonlistrik energi terbarukan yang terdiversifikasi harus diperluas, termasuk produksi hidrogen hijau dan pemanasan terbarukan, sambil mempercepat terobosan inovatif dalam teknologi-teknologi integrasi. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.