BNNP DIY Libatkan Nilai Budaya dalam Edukasi Anti Narkoba
Rabu, 13 Mei 2026, 18:20 WIBYOGYAKARTA - Upaya pemberantasan narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya akan mengandalkan pendekatan hukum semata. Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) DIY mulai menyiapkan strategi pencegahan berbasis budaya dan kearifan lokal sebagai cara mendekatkan edukasi bahaya narkotika kepada masyarakat Yogyakarta.
Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, mengatakan karakter masyarakat Yogyakarta yang lekat dengan nilai budaya menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan pola sosialisasi dan edukasi ke depan. Pendekatan tersebut, menurut dia, sejalan dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pertemuan yang berlangsung di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (13/05).
âKita sudah dapat arahan dari Ngarso Dalem tentang bagaimana karakteristik masyarakat Yogyakarta, sehingga kita akan mengedepankan kearifan lokal dan budaya Yogyakarta dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkoba. Ini akan kita sesuaikan, tentunya dengan mengedepankan kearifan lokal yang ada di Yogyakarta,â kata Faried.
Ia menilai penyampaian pesan antinarkoba melalui pendekatan budaya akan lebih mudah diterima masyarakat dibanding sekadar pendekatan formal. Nilai guyub, pengawasan sosial, hingga keteladanan dalam keluarga dan lingkungan dinilai dapat menjadi benteng awal untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda.
Pertemuan antara BNNP DIY dan Pemerintah Daerah DIY juga membahas penguatan sinergi lintas sektor dalam program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dalam kesempatan itu hadir pula sejumlah pejabat BNNP DIY, di antaranya David Henry Andar Hutapea, Kombes Pol Trisaksono Puspo Aji, dan Bambang Wiryanto.
Faried menyebut keberhasilan memerangi narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, institusi pendidikan, hingga masyarakat di tingkat kampung dan kalurahan.
âSehingga dengan adanya sinergi bersama Pemda DIY maupun instansi terkait, untuk sama-sama bagaimana menciptakan, mewujudkan Yogyakarta ini bersinar, Yogyakarta yang bersih dari narkoba,â ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, BNNP DIY juga akan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta. Lingkungan kampus dipandang menjadi salah satu titik penting untuk memperluas edukasi sekaligus mempersempit ruang peredaran narkotika.
Selain itu, BNNP DIY telah membentuk tim fasilitator di tingkat desa yang melibatkan unsur pemerintah kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat. Tim tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menjadi penghubung edukasi antinarkoba di lingkungan warga.
âKita upayakan dapat mengurangi, mudah-mudahan ini bisa kita capai. Memang cukup sulit untuk menghilangkan, tetapi setidak-tidaknya kita dapat mengurangi penyalahgunaan narkoba,â tutur Faried.
Ia menambahkan, perang terhadap narkoba memerlukan kepedulian bersama, termasuk dari orang tua dan tenaga pendidik yang sehari-hari berinteraksi dengan anak-anak dan remaja.
âHarapan kami tentunya masyarakat juga ikut berpartisipasi, termasuk orang tua dan guru-guru dalam pengawasan anak-anak sekarang ini. Tidak hanya di kepolisian maupun di BNN saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat,â katanya.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
TNI Masuk Kampung di Puncak Jaya, Warga Malah Sambut dengan Haru, Ada Apa?
-
Kenapa Edukasi Pilah Sampah Penting? Ini Dampaknya untuk Lingkungan.
-
Hansi Flick Bongkar Strategi Matikan Atletico Madrid: Tak Ada Ruang Napas di Camp Nou
-
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah Ajak Warga Serang Tiru Kearifan Lokal Suku Badui
-
Bupati Bogor Minta Inspektorat Siapkan Laporan Dugaan Jual Beli Jabatan ASN
-
Polrestro Jakbar Gencar Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Pemudik
-
Imigrasi Bitung Amankan Dua Warga Negara Tiongkok Terkait Izin Tinggal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.