Bukan Sekadar Kopi Desa: Liberika Kalbar Siap Rebut Pasar Dunia
Senin, 11 Mei 2026, 18:05 WIBPONTIANAK â Peningkatan daya saing produk lokal di pasar internasional menjadi kunci penting dalam memperkuat kinerja ekspor dan ketahanan ekonomi nasional.
Dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, daya saing tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga kualitas, inovasi, keberlanjutan, serta kemampuan memenuhi standar internasional.
Produk lokal yang mampu beradaptasi dengan preferensi pasar global memiliki peluang lebih besar untuk menembus rantai pasok dunia.
Namun, tantangan utama masih terletak pada produktivitas, efisiensi logistik, dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
Selain itu, penguatan merek (branding) dan sertifikasi internasional menjadi faktor penting agar produk Indonesia tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki nilai tambah di pasar global.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan peningkatan kapasitas industri, produk lokal berpotensi menjadi motor penggerak ekspor nonkomoditas yang lebih berkelanjutan.
Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat terus memperkuat program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan daerah guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional, salah satunya melalui sektor kopi spesialti membantu proses pemasaran hingga tembus pasar global.
"Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan UMKM Kopi Kojal asal Kalimantan Barat yang kembali menembus pasar internasional melalui ajang World of Coffee Bangkok 2026 setelah sebelumnya tampil pada World of Coffee Jakarta 2025," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya, di Pontianak, Senin (11/5).
Doni mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil strategi pengembangan UMKM yang dilakukan secara terintegrasi mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas produksi, kurasi kualitas, hingga fasilitasi promosi internasional.
"Melalui program kurasi nasional kopi binaan Bank Indonesia, Kopi Kojal kembali masuk dalam jajaran 20 kopi terbaik Indonesia binaan Bank Indonesia sekaligus menjadi kopi Liberika dengan nilai tertinggi se-Kalimantan," tuturnya.
Ia menjelaskan kualitas kopi Liberika Kayong Utara mengalami peningkatan signifikan yang tercermin dari skor cupping yang naik dari 84,42 pada 2025 menjadi 85,58 pada 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan karakter rasa kopi yang semakin kompetitif di pasar specialty coffee global.
Menurut Doni, pendampingan yang dilakukan Bank Indonesia tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem usaha berkelanjutan berbasis kualitas dan inovasi.
Program pembinaan tersebut mencakup penguatan sektor hulu hingga hilir, mulai dari pembinaan petani, pengembangan metode pascapanen, standardisasi mutu, peningkatan nilai tambah produk, hingga pembukaan akses pasar internasional melalui partisipasi dalam pameran global.
Partisipasi Kopi Kojal pada ajang World of Coffee Bangkok 2026 yang difasilitasi Bank Indonesia juga menghasilkan sejumlah potensi kerja sama strategis. UMKM tersebut memperoleh Letter of Intent (LoI) dari sejumlah pembeli internasional asal Singapura, Thailand, Swedia, dan Dubai, serta pembeli nasional dengan potensi transaksi mencapai 84.875 dolar Amerika Serikat per tahun atau sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp1,7 miliar.
Doni menilai capaian tersebut membuktikan kopi Liberika asal Kayong Utara memiliki daya saing tinggi dan berpotensi menjadi komoditas unggulan baru Kalimantan Barat di pasar global.
Ia menambahkan keberhasilan Kopi Kojal juga menunjukkan efektivitas pendekatan pembinaan UMKM berbasis riset dan inovasi yang dilakukan Bank Indonesia sejak 2019.
"UMKM Kopi Kojal berhasil mengembangkan protokol pascapanen Liberika yang mampu meningkatkan kualitas cita rasa secara signifikan dan dapat diterapkan langsung oleh kelompok tani binaan di Kayong Utara," ujarnya.
Bank Indonesia Kalbar memandang capaian tersebut sebagai model pengembangan UMKM unggulan daerah yang dapat direplikasi pada sektor lain melalui sinergi antara petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan lembaga pendukung.
Ke depan, Bank Indonesia Kalbar akan terus memperluas program pembinaan UMKM melalui penguatan produktivitas, digitalisasi usaha, akses pembiayaan, business matching, serta promosi internasional guna mendorong semakin banyak UMKM Kalbar menembus pasar ekspor.
âKeberhasilan Kopi Kojal menjadi bukti bahwa melalui pendampingan yang tepat, penguatan kualitas, dan akses pasar yang luas, UMKM lokal Kalimantan Barat mampu bertransformasi menjadi pemain global,â kata Doni.
- ekspor UMKM
- kopi liberika
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AirNav Siap, Layanan Navigasi Idul Adha
-
Pimpinan DPR Mendorong Pengawasan Ketat Haji Nonprosedural
-
Laut Tak Lagi Dikelola Asal-asalan! KKP Pakai Data dan Suara Nelayan untuk Tata Ruang Laut
-
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Luncurkan 100 CCTV Keamanan Warga
-
Laris Manis! PLN Mobile Bikin Warga Pondok Jaya Ketagihan Bertransaksi
-
Dari Perajin Lokal ke Mancanegara, Tas Etnik Tembus Ekspor
-
Permintaan kain sarung ekspor meninggkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.