Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Triwulan 1 2026 Tertinggi di 5 Tahun Terakhir

Jumat, 08 Mei 2026, 06:18 WIB

GORONTALO - Pertumbuhan ekonomi Gorontalo di triwulan I (Q1) 2026 mencapai 7,68 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang lima tahun terakhir, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). 

"Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo terbang tinggi di angka 7,68 persen pada triwulan I tahun 2026. Capaian ini menjadi yang terbaik sepanjang lima tahun terakhir di kisaran 4 hingga 5 persen," kata Gubernur Gorontalo Gusnur Ismail di Gorontalo, Kamis (7/5). 

Ket. Foto: Gubernur Gorontalo Gusnur Ismail di Gorontalo, Kamis (7/5). — Sumber: antara foto

Ia mengatakan sangat menyambut baik dan bersyukur atas pencapaian tersebut.

Menurut dia, daerah yang dipimpinnya sedang berada di jalur yang tepat dalam mewujudkan visi Gorontalo Maju dan Sejahtera.

“Alhamdulillah berita resmi statistik sudah keluar, yang menempatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo triwulan I 2026 di angka 7,68 persen. Hasil ini perlu disyukuri dan menggembirakan untuk kita semua,” katanya.

Data statistik menunjukkan kontributor utama ekonomi Gorontalo bersumber dari pertanian, perdagangan dan konstruksi. Sumber pertumbuhan terbesar berasal dari ekspor.

Ia mengatakan hampir seluruh lapangan usaha juga dilaporkan tumbuh positif, terutama di sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, transportasi dan pergudangan.

“Hasil ini membuktikan pada kita semua bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) minim yang hanya Rp1,5 triliun, namun tidak berarti pencapaian kita minim. Dengan semangat, fokus dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan membuat Gorontalo terus maju dan berkembang,” katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi optimistis pertumbuhan ekonomi Gorontalo di triwulan II hingga IV akan terus meningkat.

Selain sektor pertambangan yang semakin berkembang, ekosistem komoditi pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendorong ekonomi warga. Termasuk program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, serta program lain dari pusat dan daerah.

Roda ekonomi juga diyakini semakin berputar seiring penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII tanggal 20 hingga 25 Juni mendatang.

Sekitar 30 ribu petani, nelayan, pelaku usaha serta aparatur pemerintah pusat dan daerah akan berkumpul mengikuti acara tersebut.

"Kita berharap perputaran ekonomi daerah ini berdampak positif dengan adanya kegiatan tersebut," katanya menambahkan. 

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.