- Home
-
- Megapolitan
-
- Duta Pangan Akan Mengawasi...
Duta Pangan Akan Mengawasi Keamanan Pangan Tangerang
Jumat, 08 Mei 2026, 06:51 WIBTANGERANG â Duta Pangan sebagai Inspektur Pangan Cilik (IPC) diharapkan dapat mengawasi keamanan pangan. Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten membentuk IPC yang merupakan siswa sekolah dasar yang bertugas sebagai "Duta Pangan" dalam mengawasi keamanan konsumsi makanan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini di Tangerang, Kamis mengatakan mengungkapkan IPC dibekali kemampuan untuk mendeteksi bahaya pangan dari cemaran fisik, biologis, hingga kimia.Â
Selain itu juga diajarkan cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan produk guna memastikan asupan gula, garam dan lemak yang seimbang.
dr Dini juga mengatakan pembentukan IPC didasari atas temuan bahwa sekitar 17 persen jajanan di lingkungan sekolah masih mengandung bahan berbahaya yang tidak layak konsumsi.Â
"Melalui anak-anak ini, kita melakukan deteksi dini terhadap cemaran fisik, biologis, maupun kimia," ujar dr. Dini usai acara pengukuhan 100 Inspektur Pangan Cilik (IPC) di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis.
Ia juga menambahkan pembentukan IPC ini sangat mendesak mengingat hasil pengawasan lapangan menunjukkan masih adanya ancaman kesehatan pada jajanan anak.
Selain pengawasan fisik, para siswa juga dibekali kemampuan teknis untuk membaca Informasi Nilai Gizi (ING) pada kemasan produk.Â
"Ini bertujuan agar siswa mampu mengontrol asupan gula, garam dan lemak (GGL) demi mencegah risiko penyakit tidak menular sejak usia dini," katanya.
Salah satu peserta, Meinanda Salsabila Cahyani Putri siswi SDN Perumnas II, mengaku bangga atas peran barunya sebagai pengawas pangan.
"Tugas aku membantu teman-teman tahu mana makanan yang bagus dan mana yang tidak, juga mengecek jajanan di kantin supaya teman-teman tidak salah pilih," ujarnya.
Hingga 2026, Dinkes Kota Tangerang telah melatih total 250 Inspektur Pangan Cilik. Program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan 50 guru pendamping untuk memperkuat sinergi dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Dengan adanya Inspektur Pangan Cilik, diharapkan tercipta budaya sekolah yang lebih selektif terhadap pangan, sehingga kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat terjaga dari zat-zat berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet non-pangan, maupun bakteri akibat sanitasi yang buruk.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Ahli Sebut Protein Penting untuk Energi dan Kekuatan Harian
-
Deep Purple Bertemu Penggemar Beratnya di Jepang, PM Sanae Takaichi
-
Kesal Diduga Jual Obat Keras, OTK Serang Tiga Toko Obat di Pasar Rebo
-
Mentargetkan 62.727 Warga Mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis
-
Idul Adha Makin Dekat, Kementan Gaspol Siapkan Dam Haji Dalam Negeri Demi Lindungi Peternak Lokal
-
Panglima TNI Hadiri Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi, Pelantikan Anggota Ombudsman RI dan Pelantikan Duta Besar RI.
-
Antisipasi Penyakit, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.