SIAL Canada 2026: Indonesia Amankan Potensi Transaksi USD 20 Juta
Rabu, 06 Mei 2026, 17:45 WIBJAKARTA - Produk makanan dan minuman asal Indonesia mencuri perhatian pasar Kanada dalam ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) Canada 2026 yang berlangsung di Montreal pada 29 April hingga 1 Mei 2026. Partisipasi Indonesia dalam pameran internasional tersebut membuahkan potensi transaksi lebih dari USD 20 juta atau sekitar Rp330 miliar.
Capaian tersebut meningkat sekitar 30 hingga 35 persen dibandingkan hasil pada SIAL Canada 2025 yang mencatat potensi transaksi sebesar USD 15,5 juta. Kenaikan itu menjadi sinyal positif bahwa produk makanan dan minuman Indonesia semakin diminati pasar Amerika Utara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab mengatakan pasar Kanada memiliki potensi besar bagi produk Indonesia. Menurut dia, konsumen di negara tersebut kini semakin mencari produk berkualitas tinggi, inovatif, dan berkelanjutan.
"Kanada merupakan pasar yang menjanjikan dan modern di mana konsumen makin menuntut produk berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inovatif. Produk Indonesia, mulai dari kopi spesialti, rempah alami hingga produk perikanan dan makanan olahan, berada pada posisi yang baik untuk memenuhi preferensi tersebut," ujar Muhsin.
Selama tiga hari pelaksanaan pameran, Paviliun Indonesia dipadati pengunjung, termasuk buyer dan distributor asal Kanada. Antusiasme tersebut membuka peluang kerja sama baru bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas pasar ekspor mereka.
International Business Manager PT Konimex Indra Aries Purnomo mengatakan keikutsertaan dalam SIAL Canada memberi kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar. Produk Konimex sendiri telah masuk ke pasar Kanada sejak tahun lalu melalui produk permen dan wafer.
"Melalui partisipasi pada SIAL Canada 2026, perusahaan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas serta menjalin komunikasi dengan mitra potensial di Kanada," kata Indra.
Founder Gulapa atau PT Berkat Petani Indonesia Ika Dewi juga menyebut pameran tersebut menjadi momentum penting untuk mengenalkan produk gula kelapa Indonesia. Menurut dia, pasar Kanada memberikan peluang besar untuk produk berbasis kelapa.
Paviliun Indonesia diikuti sekitar 10 perusahaan nasional, di antaranya Indofood, Mayora, Konimex, Ladang Lima, Java Spices, hingga Northern Tide Fisheries. Keikutsertaan tersebut merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bersama perwakilan RI di Kanada.
Kinerja ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada juga menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Nilai ekspor meningkat dari USD 56,4 juta pada 2023 menjadi USD 116,6 juta pada 2025 atau tumbuh lebih dari 100 persen.
Atase Perdagangan RI di Ottawa Mahdewi Silky menilai tren tersebut perlu diperkuat melalui percepatan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA). Perjanjian itu diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk nasional.
"Ditjen PEN bersama perwakilan RI di Kanada akan menindaklanjuti peluang kerja sama yang tercipta dengan mendorong transaksi riil dan membina kerja sama berkelanjutan," ujar Mahdewi.
- UMKM
- kanada
- Kementerian Perdagangan
- Kemendag
- Produk Indonesia
- ekspor Indonesia
- Salon International de l'Alimentation (SIAL) Canada 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
-
Pangkas Hambatan dan Perizinan Ekspor: Kemendag Terbitkan 2 Aturan Baru
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Open Ship KRI Bima Suci Ramaikan Kartika Jala Krida 2026, Libatkan 23 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.