Permainan Agresif Bayern Diuji Efektivitas Serangan PSG
Rabu, 06 Mei 2026, 07:04 WIBMUNICH - Delapan hari setelah laga leg pertama yang nyaris tak masuk akal di ibu kota Prancis, Bayern Munich dan Paris Saint-Germain kembali berhadapan di Allianz Arena, Kamis (7/5) dini hari WIB, dalam leg kedua semifinal Liga Champions. Pertemuan pertama di Parc des Princes pekan lalu mencatat sejarah sebagai semifinal dengan skor tertinggi sepanjang era kompetisi, ketika PSG bertahan dari kebangkitan dramatis Bayern untuk menang tipis 5-4.
Laga tersebut menjadi tontonan epik bagi penikmat netral, sekaligus ujian saraf bagi pendukung kedua kubu. Ayunan momentum berlangsung liar. Trio lini depan PSG, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia, menggila pada satu jam pertama dengan total tujuh kontribusi gol langsung. Namun, Bayern menunjukkan mental baja dengan memangkas ketertinggalan dari 2-5 menjadi 4-5 hanya dalam empat menit, membuka panggung bagi leg kedua yang sulit diprediksi.
Di tribun Parc des Princes, pelatih Bayern, Vincent Kompany, hanya bisa menyaksikan tim asuhannya kebobolan lima gol dalam satu laga Liga Champions, yang pertama dalam 31 tahun. Sejarah pun tidak berpihak pada klub raksasa Bavaria. Dari sepuluh kesempatan sebelumnya ketika kalah di leg pertama semifinal Eropa, sembilan kali Bayern tersingkir. Satu-satunya pengecualian terjadi pada musim 1981-82.
Performa domestik terbaru juga menambah tanda tanya. Hasil imbang 3-3 melawan Heidenheim di Bundesliga memperpanjang tren tanpa kemenangan Bayern, yang untuk pertama kalinya musim ini gagal menang dalam dua laga beruntun. Gol penyeimbang menit ke-100 dari Michael Olise menyelamatkan satu poin. Namun, produktivitas mereka tetap menakutkan: 22 gol tercipta dalam tiga laga terakhir, dan 59 gol dalam 11 pertandingan, rata-rata lebih dari lima gol per laga.
Di sisi lain, pelatih PSG, Luis Enrique, menolak anggapan bahwa skor besar mencerminkan buruknya pertahanan. Dia bahkan menyebut opini tersebut sebagai âomong kosongâ. Statistik mendukung rasa optimis Les Parisiens. Dari 43 laga dua leg UEFA saat menang di leg pertama, 36 berakhir dengan kelolosan, termasuk 14 dari 17 kemenangan tipis satu gol.
PSG baru saja bermain imbang 2-2 melawan Lorient di Ligue 1 setelah melakukan rotasi besar. Namun performa tandang mereka impresif: enam kemenangan beruntun di semua kompetisi, dengan lima clean sheet terakhir. Meski demikian, Allianz Arena bukan tempat ramah bagi mereka. Bayern memenangi lima dari enam pertemuan kandang terakhir kontra PSG, dengan total 15 gol.
Menariknya, kedua tim juga berada di ambang rekor gol semusim Liga Champions milik Barcelona (45 gol, musim 1999-2000). PSG telah mencetak 43 gol, sementara Bayern 42. Pemenang laga ini kemungkinan akan menghadapi lawan berat seperti Arsenal atau Atletico Madrid di final Budapest.
Kondisi Tim
Dari sisi skuad, Bayern tak memiliki tambahan cedera baru. Nama-nama utama seperti Manuel Neuer, Dayot Upamecano, Alphonso Davies, Joshua Kimmich, hingga Harry Kane siap kembali ke starting XI. Kane sendiri memburu rekor gol dalam tujuh laga beruntun Liga Champions.
PSG justru kehilangan bek sayap andalan Achraf Hakimi akibat cedera hamstring. Warren Zaire-Emery diproyeksikan mengisi lini belakang, sementara Fabian Ruiz kembali ke lini tengah bersama Vitinha dan Joao Neves. Di lini depan, Kvaratskhelia hanya butuh satu gol untuk memecahkan rekor klub yang sebelumnya dipegang Zlatan Ibrahimovic.
Kompany menegaskan tidak akan mengubah pendekatan agresif timnya. âKami tidak boleh kehilangan apa yang membuat kami kuat,â ujarnya. ben/AFP/G-1
Perkiraan Formasi
Bayern Munich 4-2-3-1
Neuer
Stanisic, Upamecano, Tah, Davies
Kimmich, Pavlovic
Olise, Musiala, Diaz
Kane
Paris Saint-Germain 4-3-3
Safonov
Zaire-Emery, Marquinhos, Pacho, Mendes
Ruiz, Vitinha, Neves
Doue, Dembele, Kvaratskhelia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Preview Munchen Vs PSG Leg ke-2 Kamis Dini Hari, Laga Gila Final Kepagian
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Reformasi PSG di era Luis Enrique Berbuah Manis sebagai Kampiun Eropa
-
Diburu Madrid dan Bayern, Josko Gvardiol Dipagari Kontrak Baru oleh Manchester City
-
Paris Saint-Germain Raih Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun
-
Neuer Cedera Lagi, Bayern Cemas Jelang Final Piala Jerman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.