ITS Sinergikan Energi Angin dan Surya untuk Tingkatkan Pertanian

Rabu, 06 Mei 2026, 00:01 WIB

SURABAYA - Keresahan petani terhadap ancaman hama yang kerap memicu gagal panen melahirkan sebuah inovasi energi terbarukan dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Inovasi tersebut lahir dari potensi alam yang belum dimanfaatkan secara optimal, yakni energi angin dan surya, yang kini diwujudkan dalam bentuk turbin angin ramah lingkungan bernama Terang dan Angin (Terangin).

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder Terangin, Muhammad Hanif, menjelaskan bahwa inovasi ini awalnya lahir dari riset untuk kebutuhan kompetisi. Terinspirasi dari potensi angin di Kabupaten Nganjuk, yang dikenal sebagai kota angin sekaligus sentra bawang merah di Jawa Timur. "Awalnya riset untuk lomba, tetapi ketika ada yang membutuhkan dan ingin membeli, kami sadar perlu mendirikan sebuah PT (Perusahaan, red) sebagai legalitas," ungkapnya.

Ket. Foto: Turbin angin modular Terangin, rancangan tim mahasiswa ITS, yang telah berhasil terpasang di lahan pertanian. — Sumber: Istimewa

Dalam pengembangannya, Terangin menghadirkan pendekatan berbeda melalui sistem microgrid yang memanfaatkan energi angin dan surya untuk mengoperasikan lampu jebakan hama secara otomatis. Sistem ini dirancang sesederhana mungkin agar mudah dioperasikan petani, tanpa ketergantungan pada teknologi kompleks yang justru berpotensi menyulitkan di lapangan.

Terobosan lain ditunjukkan melalui penggunaan pondasi modular non-permanen yang mampu menekan biaya hingga delapan kali lebih rendah dibandingkan pondasi beton. Desain tersebut memungkinkan turbin dapat dibongkar pasang, sehingga fleksibel digunakan pada lahan sewa maupun saat petani ingin berpindah lokasi.

Tidak hanya itu, tim Terangin juga merancang sistem rem otomatis yang diberi nama rem angin (remin) yang bekerja tanpa listrik maupun sensor. Mekanisme ini memanfaatkan gaya dorong angin untuk memperlambat putaran turbin secara mandiri, sehingga lebih hemat energi sekaligus minim kebutuhan perawatan. "Rem yang kami rancang tidak memerlukan listrik, lebih murah, dan sepenuhnya otomatis dibandingkan sistem lain yang membutuhkan pemantauan rutin," bebernya.

Untuk menjawab tantangan perawatan di area pertanian yang luas, menurut mahasiswa yang biasa disapa Hanif ini, Terangin memanfaatkan teknologi drone sebagai sarana maintenance modern. Melalui pemantauan jarak jauh, tim dapat mengidentifikasi potensi kerusakan lebih dini sehingga perawatan menjadi lebih cepat, efisien, dan aman tanpa perlu membongkar struktur turbin.

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS angkatan 2024 tersebut menambahkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan energi sebesar 2,1 kWh per hari. Energi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk lampu jebakan hama, tetapi juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain seperti irigasi dan sprinkler atau alat penyiram tanaman. "Penggunaan sistem ini memungkinkan petani mengurangi penggunaan pestisida secara signifikan sekaligus meningkatkan hasil panen," jelasnya.

Lebih lanjut, pemuda asal Kota Pahlawan tersebut menerangkan bahwa penggunaan Terangin dapat membantu petani menghemat hingga puluhan juta rupiah per hektar setiap musim tanam. Selain itu, risiko gagal panen akibat serangan hama yang sebelumnya mencapai sekitar 50 persen dapat ditekan secara signifikan. "Pengurangan pestisida juga berdampak pada kesuburan tanah sehingga produksi meningkat," ujarnya.

Dalam menggarap Terangin ini, Hanif juga dibantu empat anggota tim inti lainnya dari lintas disiplin. Yakni Rafi Pradana (Teknik Mesin), Diah Ayu NurFadillah (Statistika), Rafi S Lamikan (Teknik Mesin), dan Anindya Khoirunnisya (Manajemen Bisnis). Selain itu, ada pula sejumlah anggota pendukung lainnya.

Berkat kerja keras tim tersebut, Terangin telah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi nasional hingga internasional. Salah satu pencapaian terbarunya adalah Terangin berhasil masuk jajaran Top 6 Fowler Global Innovation Challenge 2026 yang digelar di San Diego University, Amerika Serikat sekaligus meraih hadiah senilai 3.000 dolar AS, Sabtu (2/5) lalu. Ke depan, Terangin juga berencana memperluas pemanfaatan energi angin ke wilayah pesisir. "Kami berharap inovasi ini dapat menjangkau lebih luas hingga tingkat internasional," tutupnya optimistis.

Tidak sekadar inovasi, bahkan Terangin kini telah berkembang menjadi startup yang mampu menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah, baik dari jalur penjualan produk maupun hibah yang diterima tim. "Perkembangan ini membuktikan bahwa inovasi kami tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi juga berdampak nyata," tambahnya.

Inovasi tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen ITS dalam mendorong pengembangan teknologi berbasis riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain pada poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.