Biar Capital Inflow Makin Deras ke Pasar Saham RI, Ini Resepnya
Rabu, 06 Mei 2026, 16:55 WIBJAKARTA â Stabilitas kurs rupiah sangat penting (krusial) bagi perekonomian Indonesia untuk menjaga inflasi tetap rendah, memberikan kepastian harga barang impor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Nilai tukar yang stabil menciptakan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan stabilitas nilai tukar (kurs) Rupiah menjadi faktor kunci untuk menarik kembali minat investor asing ke pasar saham Indonesia.
âSelama volatilitas Rupiah masih tinggi, investor global cenderung akan tetap berhati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi Rupiah. Stabilisasi nilai tukar akan menjadi prasyarat penting untuk melihat pembalikan aliran dana asing yang lebih berkelanjutan,â ujar Rully sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu (6/5).
Rully menjelaskan, bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini masih sejalan dengan sentimen global, dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang signifikan.
Meskipun, data makroekonomi terbaru menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan ekspektasi, diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026.
âMasih terlalu dini untuk mengasumsikan bahwa penguatan ini akan berlanjut, mengingat aliran dana asing masih mencatatkan outflow dan belum terdapat katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pasar,â ujar Rully.
Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026, ditopang kuat oleh belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadhan dan Lebaran.
âPertumbuhan 5,61 persen (yoy) ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah yang meningkat signifikan hingga sekitar 21,8 persen (yoy), serta konsumsi domestik yang solid. Strategi frontloading stimulus fiskal turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi di awal tahun,â ujar Novani.
Di sisi lain, lanjutnya, secara kuartalan ekonomi masih mengalami kontraksi sekitar 0,8 persen quartal on quartal (qoq), yang mengindikasikan adanya faktor musiman.
âKami melihat pertumbuhan berpotensi mengalami normalisasi pada kuartal berikutnya seiring meredanya efek Ramadhan dan Lebaran, serta berkurangnya dampak frontloading fiskal," ujar Novani.
Dari mancanegara, Ia mengatakan bahwa tekanan mulai terlihat melalui perlambatan ekspor dan peningkatan impor yang lebih kuat, serta kontraksi pada sektor pertambangan akibat pelemahan harga komoditas global.
Ke depan, Ia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sepanjang 2026, seiring inflasi yang relatif terkendali dan pertumbuhan yang masih solid.
Namun demikian, Ia mengingatkan bahwa risiko tetap ada, terutama apabila tekanan terhadap Rupiah berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat.
âPasar akan mencermati sejumlah katalis utama ke depan, termasuk hasil Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026 serta konsistensi kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah,â ujar Novani.
Data perdagangan Rabu (06/05) pukul 14,35 WIB, IHSG tercatat menguat 30,45 poin atau 0,43 persen ke level 7.087,55. Sementara itu, pada waktu sama, nilai tukar Rupiah berada di level 17.415 per dolar AS.
Sementara itu, investor asing masih mencatatkan net sell (aksi jual) sebesar Rp518,39 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Selasa (05/05).
- BEI
- Capital Inflow
- bursa saham
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lomba Jong Race Bintan Nggak Cuma Diikuti Wisatawan Lokal, Turis Mancanegara Juga Ikut Nimbrung
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Indodana dan Sharp Tawarkan Solusi Belanja Elektronik Tanpa DP dan Bunga
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
DLH DKI: Tidak Ada Pembatasan Kuota Sampah ke Bantargebang, Operasional 3 Shift Nonstop
-
Peluncuran Octobiz CIMB Niaga Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis
-
Lari dari Bali ke Jakarta, Sungai Watch Serbu Banyuwangi, Angkut 1.000 Ton Sampah Plastik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.