- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wabah Hantavirus di Kapal ...
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Tegaskan Tak Ada Pembatasan Perjalanan
Selasa, 05 Mei 2026, 08:01 WIBMOSKOW - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan tidak ada risiko penularan luas Hantavirus dan tidak diperlukan pembatasan perjalanan.
âInfeksi Hantavirus umumnya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Meski dalam beberapa kasus bisa parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia," Kepala kantor WHO Eropa, Hans Kluge, menyampaikan hal itu pada Senin, lewat platform X.
"Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan."
Sebelumnya, media melaporkan tiga orang meninggal dalam dugaan wabah Hantavirus di kapal MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
Di situs resminya, WHO memaparkan kronologi kejadian wabah hantavirus di kapal MV Hondius. Pada tanggal 2 Mei 2026, sekelompok penumpang dengan penyakit pernapasan berat di atas kapal pesiar dilaporkan ke WHO. Kapal tersebut membawa 147 penumpang dan awak.
Hingga 4 Mei 2026, tujuh kasus (dua kasus hantavirus yang dikonfirmasi laboratorium dan lima kasus yang dicurigai) telah diidentifikasi, termasuk tiga kematian, satu pasien kritis, dan tiga individu yang melaporkan gejala ringan.Â
Gejala penyakit muncul antara tanggal 6 dan 28 April 2026 dan ditandai dengan demam, gejala gastrointestinal, perkembangan cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok.
Investigasi lebih lanjut sedang berlangsung. Wabah ini dikelola melalui respons internasional yang terkoordinasi, dan mencakup investigasi mendalam, isolasi dan perawatan kasus, evakuasi medis, dan investigasi laboratorium.
Infeksi hantavirus pada manusia terutama didapatkan melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Ini adalah penyakit langka tetapi parah yang dapat mematikan. Meskipun jarang terjadi, penularan dari manusia ke manusia yang terbatas telah dilaporkan dalam wabah virus Andes sebelumnya (spesies hantavirus tertentu).
Saat ini, WHO menilai risiko terhadap populasi global dari peristiwa ini sebagai rendah dan akan terus memantau situasi epidemiologi serta memperbarui penilaian risiko.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Budaya Asli Jembrana Bali Kini Berstatus Warisan Budaya Takbenda
-
Wajib Tahu! Ini yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi dan Sesudahnya
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
Kapal Pesiar MV Hondius Dilarang Berlabuh, Nasib Penumpang dan ABK Tak Pasti
-
Awas! Pelaku Tawuran dan Perang Sarung Bawa Sajam di Cianjur Akan Ditindak Aparat
-
Pariwisata Prancis Sumbang Pendapatan hingga 77,5 Miliar Euro
-
TVRI Sebut Antusiasme Piala Dunia 2026 di Indonesia Terus Meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.