Slamet Diluncurkan di Banyumas demi Dukung Tata Kelola ASN

Selasa, 05 Mei 2026, 07:04 WIB

JAKARTA – Dalam rangka mendukung tata kelola ASN di era digital, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluncurkan aplikasi “Slamet.” Ini adalah Sistem Layanan Manajemen Kepegawaian Terintegrasi sebagai inovasi digital untuk mendukung tata kelola aparatur sipil negara (ASN) yang lebih modern, efektif, dan berbasis data.

“Saya tegaskan kepada seluruh ASN di Kabupaten Banyumas, bahwa pengelolaan data kepegawaian bukan hanya tugas BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), tetapi merupakan tanggung jawab seluruh ASN,” kata Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat meluncurkan aplikasi “Slamet“ di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Senin. 

Ket. Foto: urusan asn — Sumber: ist

Menurut dia, sistem yang baik tidak akan berarti tanpa data yang baik, sedangkan data yang akurat dan mutakhir tidak akan terwujud tanpa kesadaran serta tanggung jawab dari setiap individu di dalam organisasi.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk membangun kesadaran baru bahwa merawat dan memperbarui data kepegawaian merupakan bagian dari profesionalisme sekaligus investasi bagi pengembangan karier.

“Ke depan saya ingin kita bersama-sama membangun birokrasi yang benar-benar berbasis data, yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adil, dengan pelayanan yang tidak berbelit, sederhana, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Bupati mengharapkan kehadiran aplikasi ‘Slamet’ dapat mempercepat terwujudnya data kepegawaian yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas layanan kepegawaian, ketepatan pengambilan kebijakan, serta terciptanya sistem manajemen ASN yang lebih adil, transparan, dan profesional..

Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) Hardianawati, Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas Eko Prijanto, serta jajaran pemerintah daerah. 

Dalam kesempatan itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas Eko Prijanto mengatakan aplikasi "Slamet" dikembangkan sebagai sistem kepegawaian operasional daerah generasi baru yang terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN (SIASN) BKN, sekaligus menggantikan aplikasi Simpeg (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) yang dinilai sudah tidak lagi memadai dalam mendukung tata kelola ASN berbasis data.

Menurut dia, meningkatnya kompleksitas manajemen ASN serta kebutuhan integrasi sistem informasi menjadi latar belakang lahirnya aplikasi tersebut, termasuk untuk mengatasi disparitas data yang selama ini kerap terjadi antara sistem daerah dan nasional.

“Hal inilah yang pada akhirnya melatarbelakangi lahirnya ‘Slamet’ sebagai sistem kepegawaian operasional daerah generasi baru terintegrasi dengan SIASN BKN, yang mampu mendukung pelaksanaan manajemen talenta dan dikelola secara mandiri oleh tim internal bersama Dinkominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Banyumas,” katanya. 

Ia mengatakan aplikasi "Slamet" menyediakan enam layanan utama, yakni layanan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, usulan kenaikan jabatan fungsional, pemberhentian dan pensiun, usulan satya lencana, serta penerbitan dokumen dengan tanda tangan elektronik.

Menurut dia, seluruh data yang ditampilkan dalam aplikasi tersebut bersumber dari SIASN BKN sebagai single source, sehingga pemutakhiran data oleh setiap ASN menjadi prasyarat utama agar seluruh layanan dapat berjalan optimal.

Pihaknya juga meminta para pengelola kepegawaian di setiap organisasi perangkat daerah aktif menyosialisasikan aplikasi tersebut, membantu ASN yang mengalami kendala teknis, serta menginventarisasi data yang membutuhkan koreksi melalui BKPSDM.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

'The Last Photograph', Thriller Gelap Terbaru Zack Snyder Tentang Fotografer Perang yang Menyelamatkan Anak-anak dari Bahaya Kartel

Pos PGA Berharap Warga Mewaspadai Awan Panas Guguran Karangetang

Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Kurang dari 5 BTS Masih Terdampak.

Memacu Pengentasan Kawasan Kumuh di 17 Kabupaten dan Kota di  Sumsel

Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.