Inter Juara Serie A Setelah Rival Tersandung

Selasa, 05 Mei 2026, 06:51 WIB

MILAN - Inter Milan memastikan gelar Serie A ke-21, Senin (4/5) dini hari WIB, menutup musim yang ditandai konsistensi tanpa cela. Tim asuhan Cristian Chivu mengunci gelar lewat fondasi pertahanan kokoh serta duet lini depan yang tajam dan efisien.

Kepastian itu datang setelah kemenangan 2-0 atas Parma di kandang sendiri, hasil yang membuat Nerazzurri unggul 12 poin dari Napoli di posisi kedua dengan tiga laga tersisa. Berbeda dengan musim lalu ketika Napoli merebut gelar hingga pekan terakhir, perburuan tahun ini praktis berakhir lebih cepat. Sejak Februari, tanda-tanda dominasi Inter sudah tak terbantahkan, sementara para pesaing utama, termasuk Napoli dan AC Milan, mulai kehilangan pijakan.

Ket. Foto: Para pemain Inter Milan merayakan kemenangan ‘scudetto’ ke-21 mereka setelah pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Inter Milan dan Parma di stadion San Siro di Milan, pada 3 Mei 2026. — Sumber: Marco BERTORELLO / AFP

Ketajaman menjadi salah satu kunci. Inter telah mengoleksi 82 gol, unggul jauh dari Napoli yang terpaut 30 gol. Duet Lautaro Martínez dan Marcus Thuram memimpin lini depan dengan masing-masing 16 dan 13 gol. Catatan itu kian impresif mengingat keduanya sempat absen akibat cedera, memaksa Chivu melakukan rotasi cermat dalam beberapa bulan terakhir.

Dukungan lini tengah juga solid. Hakan Calhanoglu tampil sebagai motor permainan sekaligus kontributor gol dengan sembilan lesakan di liga. Secara taktik, penerapan pressing tinggi menjadi fondasi dominasi Inter. Lini belakang yang dipimpin Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, dan Federico Dimarco hanya kebobolan 31 gol sepanjang musim.

Mentalitas juara mereka tampak jelas saat menghadapi Como pada bulan April. Sempat tertinggal dua gol, Inter bangkit dengan performa babak kedua yang eksplosif untuk menang 4-, sebuah titik balik yang menegaskan daya juang tim.

Di sisi lain, rival justru dirundung masalah. Napoli kehilangan stabilitas setelah badai cedera menimpa pemain kunci seperti Scott McTominay dan Rasmus Hojlund, membuat Antonio Conte kehilangan kerangka utama tim. Sementara itu, Romelu Lukaku hanya tampil terbatas sepanjang musim. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.