Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Usulkan Penambahan Kuota Elpiji Bersubsidi

Sabtu, 01 Agu 2026, 07:55 WIB

REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengajukan usulan penambahan kuota elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram guna mengantisipasi kelangkaan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja seusai melakukan pemantauan ketersediaan stok elpiji di Rejang Lebong, Bengkulu, Jumat(31/7), mengatakan evaluasi kecukupan pasokan perlu dilakukan mengingat tingginya tingkat konsumsi masyarakat.

Ket. Foto: Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja (dua dari kiri) melakukan monitoring ketersediaan gas elpiji 3 kg di salah satu agen elpiji di Rejang Lebong, Jumat, (31/7/2026). — Sumber: ANTARA

"Kalau melihat kebutuhan masyarakat di 15 kecamatan, kuota saat ini kita nilai masih kurang. Upaya penambahan kuota inilah yang akan kita dorong agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG," kata Hendri.

Dia menjelaskan pengajuan usulan penambahan kuota ini dilakukan setelah dirinya melakukan pemantauan lapangan terhadap dua agen penyalur utama, yakni PT Putri Cempaka Lestari di Kelurahan Talang Benih dan PT Karjan Jaya Gudang di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup.

Menurut dia, berdasarkan data penyaluran, PT Putri Cempaka Lestari menerima pasokan rata-rata lima truk atau setara 2.800 tabung per hari (560 tabung per truk) untuk didistribusikan ke pangkalan-pangkalan resmi.

Secara keseluruhan, total kuota elpiji yang masuk ke Kabupaten Rejang Lebong dari seluruh agen penyalur mencapai sekitar 13 truk atau setara 7.280 tabung per hari.

Kendati pasokan harian tergolong stabil, dia menilai jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan situasi tertentu.

"Kami ingin memastikan jangan sampai terjadi kelangkaan gas di masyarakat. Oleh karena itu, kami meminta data riil distribusi sebagai dasar pemetaan kebijakan," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Plt Bupati telah memerintahkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) Rejang Lebong untuk segera berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga guna mengajukan usulan penambahan kuota secara resmi.

"Saya minta Kadis Perindagkop segera berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga agar kuota LPG untuk Kabupaten Rejang Lebong bisa ditambah. Harapan kita ke depan tidak ada lagi persoalan kelangkaan gas," sebut Hendri.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.