BI: Pelemahan Kurs Rupiah Masih Sejalan dengan Mayoritas 'Emerging Market'
Selasa, 05 Mei 2026, 12:32 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp17.400 per dolar AS, masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
âPhilippine peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand baht melemah 5,04 persen, India rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile peso (-4,24 persen), Indonesia rupiah (-3,65 persen), dan Korea won (-2,29 persen),â kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (5/5).
BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.
Bank sentral juga terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
âLangkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,â kata Erwin.
BI pun menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada pada kisaran Rp17.426 per dolar AS pada Selasa (5/5) pukul 10.41 WIB, mengacu pada harga spot di pasar valuta asing global.
Berdasarkan data terakhir, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS, menurun sebesar 3,7 miliar dolar AS dari posisi Februari 2026 yang sebesar 151,9 miliar dolar AS.
Meski menurun, BI memastikan jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rupiah Tak Berkutik di Tengah Gejolak Dunia: Belum Genap Satu Semester, Pelemahan Sudah Signifikan
-
Gubernur Pramono: RPTRA Bukan Sekadar Tempat Main, Tapi Pusat Kekuatan Keluarga Jakarta
-
Rupiah Kembali Melemah, Dipicu Anjloknya Harga Minyak Mentah Brent
-
Makin Anjlok, Rupiah Pagi Ini Rp18.107, Dipengaruhi Eskalasi Baru di Timur Tengah
-
Fonseca Melaju ke Perempat Final Monte Carlo, Siap Tantang Zverev
-
Sejarah Tercipta, Lebanon-Israel Sepakat Damai, Donald Trump: Ini Ruang Bernapas Baru
-
Jalan Dibenahi, Wisata Menggeliat: Pemprov Lampung Buka Akses Kiluan–Umbar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.