KAI Pastikan Pendampingan Korban Bekasi Timur Berlanjut, Pantau Pemulihan hingga ke Rumah

Senin, 04 Mei 2026, 17:20 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih melanjutkan proses pemulihan bagi pelanggan terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Senin (4/5), mayoritas korban dilaporkan sudah kembali ke rumah, namun sejumlah penumpang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Data terbaru KAI menunjukkan sebanyak 84 pelanggan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, masih ada 17 pelanggan yang hingga kini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Ket. Foto: PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih melanjutkan proses pemulihan bagi pelanggan terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Senin (4/5), mayoritas korban dilaporkan sudah kembali ke rumah, namun sejumlah penumpang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. — Sumber: Istimewa

Perusahaan memastikan pendampingan tidak berhenti setelah korban meninggalkan rumah sakit. KAI menyebut pemantauan kondisi pelanggan tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh kebutuhan pemulihan dapat terpenuhi.

"Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya.

Selain fokus pada pemulihan korban, KAI juga membuka mekanisme klaim pengobatan bagi pelanggan yang memilih menjalani perawatan secara mandiri. Pelanggan diwajibkan melengkapi dokumen seperti bukti perjalanan, identitas diri, kuitansi biaya pengobatan, resume medis, hingga salinan rekening bank.

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, proses penggantian biaya akan dikoordinasikan bersama perusahaan asuransi. KAI memperkirakan proses klaim tersebut dapat diselesaikan maksimal dalam waktu 21 hari kerja.

Di tengah proses pemulihan fisik, KAI juga menyoroti dampak psikologis yang dialami korban dan keluarga. Karena itu, layanan trauma healing masih terus dibuka bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan psikologis pascakejadian.

Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur maupun melalui call center yang telah disediakan perusahaan. Pendampingan psikologis dapat dimulai melalui layanan telemedicine sebelum dilakukan tatap muka secara langsung jika diperlukan.

Tak hanya itu, persoalan barang bawaan penumpang yang tertinggal saat insiden juga masih menjadi perhatian. Hingga Senin pagi pukul 08.00 WIB, KAI mencatat sebanyak 115 barang berhasil ditemukan petugas.

Dari total tersebut, sebanyak 61 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara 54 barang lainnya masih tersimpan di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur dan menunggu proses pengambilan.

KAI meminta pelanggan maupun keluarga yang merasa kehilangan barang agar segera mendatangi posko untuk proses verifikasi. Perusahaan memastikan seluruh barang hanya akan diberikan kepada pemilik yang sah.

"KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan," kata Anne.

Sebagai bentuk tanggung jawab lanjutan, Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026. Posko tersebut menjadi pusat layanan bagi korban mulai dari administrasi, informasi, layanan kesehatan lanjutan, hingga dukungan psikologis.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.