- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dua Rudal Iran Menghantam ...
Dua Rudal Iran Menghantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz
Senin, 04 Mei 2026, 17:55 WIBTEHERAN - Dua rudal menghantam kapal angkatan laut Amerika Serikat di dekat Jask, Selat Hormuz setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan dari Garda Revolusi Iran untuk berhenti, demikian menurut kutipan media pemerintah dari IRGC.
Dari Al Jazeera, serangan dilaporkan terjadi setelah Presiden Trump mengatakan AS akan memulai "Proyek Kebebasan" pada hari Senin untuk "membimbing" kapal-kapal yang terdampar keluar dari Selat Hormuz.
Komando Pusat AS mengatakan akan mendukung upaya tersebut dengan 15.000 personel militer, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.
Militer Iran mengatakan bahwa angkatan lautnya telah menghentikan kapal perang AS memasuki Selat Hormuz "dengan peringatan yang tegas dan cepat".
âKabar tambahan akan diumumkan kemudian,â demikian pernyataan singkat yang dimuat oleh kantor berita Tasnim Iran.
Stavros Karamperidis, seorang profesor madya di bidang ekonomi maritim di Universitas Plymouth, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa beberapa dari 3.000 kapal yang terdampar selama 65 hari di sekitar Selat Hormuz mungkin memutuskan untuk mengambil risiko menyeberangi jalur tersebut karena pelayaran masih terjebak.
âSetiap perusahaan akan membuat keputusan berdasarkan persyaratan yang mereka inginkan, seberapa besar tekanan yang dialami kapten dan awak kapal, dan tentu saja, jenis risiko apa yang bersedia mereka ambil,â kata Karamperidis, menambahkan bahwa kenaikan premi asuransi juga akan menjadi faktor pertimbangan.
âAda kebutuhan untuk memindahkan kargo, terutama apa pun yang berkaitan dengan [gas cair],â kata pakar tersebut, menambahkan bahwa sekitar 20 persen energi global melewati selat tersebut. âKita perlu melihat beberapa de-eskalasi untuk sektor pelayaran.â
Sedangkan analis Foad Izadi mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut berakhir jauh lebih awal.
âGencatan senjata dimulai pada 7 April dan berakhir pada 8 April ketika Amerika Serikat memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Berdasarkan hukum internasional dan hukum AS, blokade adalah tindakan perang,â kata Izadi, seorang profesor di Universitas Teheran.
Dia juga mengatakan bahwa 24 jam sebelum putaran kedua pembicaraan AS-Iran di Islamabad, ibu kota Pakistan, AS menembaki sebuah kapal Iran sebelum menyitanya "seperti bajak laut".
âMenyerang mesin kapal Iran juga merupakan tindakan perang, jadi ini bukan pertama kalinya ada yang menembak,â tambahnya.
- Blokade Selat Hormuz
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kapal Tanker Tiongkok Lolos dari Blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz
-
Kapal Super Tanker Iran Berhasil Mencapai Selat Lombok setelah Menghindari Blokade Angkatan Laut AS
-
Penjualan Tiket Whoosh Periode Lebaran 2026 Capai 293 Ribu Tiket
-
PBB: Puluhan Juta Orang Berisiko Kelaparan karena Blokade Selat Hormuz Hambat Pengiriman Pupuk
-
Menhan AS Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Belum Berakhir Meskipun Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
-
NATO Tolak Gabung dengan AS Blokade Selat Hormuz
-
Iran Menarget Kapal-kapal Angkatan Laut AS setelah Kapal Tanker Diserang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.