- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Menarget Kapal-kapal ...
Iran Menarget Kapal-kapal Angkatan Laut AS setelah Kapal Tanker Diserang
Jumat, 08 Mei 2026, 06:37 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan âgencatan senjata sedang berlangsung â sudah berlakuâ meskipun terjadi baku tembak di Selat Hormuz hari ini.
Trump juga mengatakan kepada ABC News terkait serangan AS: "Ini hanya sentuhan kasih sayang."
Dari Al Jazeera, Trump mengatakan bahwa "kerusakan besar" telah ditimbulkan pada para penyerang Iran terhadap kapal perusak AS di Selat Hormuz .
Dia juga mengatakan dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya bahwa AS akan menghancurkan Iran "jauh lebih keras dan jauh lebih kejam" jika Iran tidak menyetujui kesepakatan damai "SEGERA".
Presiden AS mengatakan bahwa ketiga kapal perusak AS berhasil melewati Selat Hormuz di bawah tembakan dan tanpa mengalami kerusakan, tetapi dengan "kerusakan besar yang ditimbulkan pada penyerang Iran".
Mereka hancur total bersama dengan sejumlah besar perahu kecil, yang digunakan untuk menggantikan Angkatan Laut mereka yang telah sepenuhnya dilucuti. Perahu-perahu ini tenggelam ke dasar laut dengan cepat dan efisien. Rudal ditembakkan ke kapal perusak kami, dan dengan mudah dijatuhkan. Demikian pula, drone datang, dan hangus terbakar di udara. Mereka jatuh dengan sangat indah ke Samudra, seperti kupu-kupu yang jatuh ke liang kuburnya!
Trump juga mengatakan Iran dipimpin oleh orang-orang gila dan mengulangi tema yang biasa ia sampaikan bahwa Teheran akan menggunakan senjata nuklir jika mereka memiliki kesempatan, tetapi ia mengatakan "mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan itu".
Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan dua kapal di Selat Hormuz dan menyerang daerah sipil, kata komando militer gabungan tertinggi negara itu pada Jumat (8/5) pagi (waktu setempat di Teheran hampir pukul 1 pagi).
"AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari perairan pesisir Iran dekat Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang memasuki Selat Hormuz dekat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab,â kata seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah.
âPada saat yang sama, dengan kerja sama beberapa negara regional, mereka melakukan serangan udara terhadap daerah sipil di sepanjang pantai Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.â
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS, dan "dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan pada kapal-kapal tersebut."
Tiga kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz telah menjadi sasaran angkatan laut Iran , menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim.Â
Hal ini terjadi setelah laporan sebelumnya dari stasiun televisi pemerintah Iran yang menyatakan bahwa "unit musuh" yang beroperasi di wilayah selat tersebut menjadi sasaran serangan rudal Iran, menyusul serangan militer AS terhadap kapal tanker minyak Iran, yang memaksa unit-unit tersebut untuk mundur.
Peristiwa ini terjadi setelah sebuah jet AS melumpuhkan kapal tanker minyak Iran pada hari Rabu setelah kapal tersebut mencoba menghindari blokade AS.
Sistem pertahanan udara diaktifkan di Teheran dan lebih banyak ledakan terdengar di Iran selatan.
Kantor berita Mehr Iran melaporkan bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan di Teheran barat untuk "menangkal target musuh".
Mehr juga mengatakan bahwa ledakan lain terdengar di Bandar Abbas , bersamaan dengan ledakan yang terdengar di Minab , di sebelah timur Bandar Abbas. Kedua daerah tersebut terletak di sebelah utara Selat Hormuz .
Komando Pusat AS atau US Central Command mengatakan pihaknya melakukan 'serangan defensif' terhadap 'serangan Iran yang tidak beralasan' di Selat Hormuz.
Pasukan AS mencegat "serangan Iran yang tidak beralasan" dan membalas dengan "serangan pertahanan diri" saat kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz, kata Centcom .
âPasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecilâ saat tiga kapal perusak AS melintasi jalur air tersebut, kata Centcom. âTidak ada aset AS yang terkena serangan.â
Centcom menambahkan bahwa mereka "menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone; lokasi komando dan kendali; serta simpul intelijen, pengawasan, dan pengintaian."
- Blokade Selat Hormuz
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Menhan AS Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Belum Berakhir Meskipun Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
-
Penjualan Tiket Whoosh Periode Lebaran 2026 Capai 293 Ribu Tiket
-
NATO Tolak Gabung dengan AS Blokade Selat Hormuz
-
PBB: Puluhan Juta Orang Berisiko Kelaparan karena Blokade Selat Hormuz Hambat Pengiriman Pupuk
-
Kapal Super Tanker Iran Berhasil Mencapai Selat Lombok setelah Menghindari Blokade Angkatan Laut AS
-
Pertamina Pastikan Distribusi BBM untuk Arus Balik Lebaran di Sumut Aman
-
Kapal Tanker Tiongkok Lolos dari Blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.