Waisak 2026: Singkawang Buktikan Agama dan Nasionalisme Bisa Menyatu dalam Satu Aksi Nyata

Minggu, 03 Mei 2026, 18:26 WIB

SINGKAWANG - Peringatan Hari Suci Waisak 2570 BE di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dimaknai secara mendalam melalui aksi nyata yang memadukan spritualitas keagamaan dengan semangat nasionalisme. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memimpin langsung kegiatan karya bakti berupa ziarah dan pembersihan makam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bambu Runcing, Kelurahan Roban, Minggu (3/5). 

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa momentum Waisak tahun ini harus menjadi refleksi bagi seluruh umat untuk tidak hanya melakukan ritual simbolis, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai luhur seperti pengabdian dan penghormatan terhadap jasa para pejuang yang telah memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Ket. Foto: Peringatan Waisak 2570 BE/Tahun 2026 dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Bambu Runcing, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Singkawang, Minggu (3/5). — Sumber: ANTARA/Narwati

“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan makam secara fisik, tetapi juga menjadi refleksi untuk membersihkan hati serta menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang kita nikmati,” ujar Tjhai Chui Mie saat menghadiri karya bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bambu Runcing, Kelurahan Roban, Minggu.

Ia menambahkan, dalam ajaran Buddha terdapat nilai “Katannu Katavedy” yang mengajarkan sikap berterima kasih dan membalas budi kepada pihak yang telah berjasa, termasuk para pahlawan bangsa.

Menurut dia, nilai tersebut relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui aksi nyata seperti menjaga dan merawat makam pahlawan.

“Para pahlawan telah memberikan pengorbanan terbaiknya bagi bangsa dan negara. Tugas kita saat ini adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan melalui hal-hal positif,” katanya.

Wali Kota menilai, kegiatan itu juga mencerminkan kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Singkawang yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman tinggi.

“Peringatan Waisak menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan, cinta tanah air, serta menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai luhur seperti kepedulian sosial, gotong royong, dan penghormatan terhadap jasa pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Melalui rangkaian kegiatan Waisak tersebut, Wali Kota Singkawang mendorong masyarakat untuk tidak hanya memaknai perayaan keagamaan secara simbolis, tetapi juga melalui tindakan nyata yang berdampak positif bagi lingkungan dan kehidupan sosial.

  • kalimantan barat
  • singkawang
  • tjhai chui mie
  • waisak 2026
  • kota toleransi
  • tmp bambu runcing

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.