- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kapal Tanker Raksasa Iran ...
Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos Blokade AS, Berlayar Lintasi Perairan Bali-Lombok
Minggu, 03 Mei 2026, 19:13 WIBISTANBUL, TURKI - Sebuah kapal tanker raksasa Iran yang membawa suplai minyak mentah senilai hampir 220 juta dollar Amerika Serikat (Rp3,81 triliun) berhasil lolos dari blokade laut Amerika Serikat dan berlayar ke perairan Indonesia.
"Sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah (dengan nilai hampir 220 juta dollar AS) berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan Timur Jauh," kata TankerTrackers, lembaga pemantau pergerakan kapal tanker, Minggu (3/5).
Dilaporkan bahwa kapal raksasa, yang teridentifikasi sebagai "HUGE" (9357183) tersebut, terakhir terlihat di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu.
Kapal tersebut kini bergerak melalui Selat Lombok di Indonesia menuju Kepulauan Riau.
Tanker raksasa itu tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu saat berlabuh dari Selat Malaka ke Iran, demikian menurut lembaga pemantau tersebut.
Iran Kurangi Produksi Minyak
Diberitakan sebelumnya, Iran diduga mulai mengurangi jumlah produksi minyak akibat blokade yang diberlakukan Angkatan Laut Amerika Serikat, menurut laporan Bloomberg dengan mengutip pejabat senior.
Teheran memangkas produksi minyak sebagai upaya pencegahan agar kapasitas minyak tidak mencukupi, daripada menunggu tangki terisi penuh. Namun, Bloomberg tidak menyebut secara rinci negara asal pejabat yang menyampaikan informasi itu.
Masih menurut kantor berita swasta Amerika yang fokus pada isu ekonomi itu, para insinyur Iran mampu menutup sumur-sumur minyak dan tetap dapat melakukan kegiatan produksi tanpa menimbulkan kerusakan yang serius.
Seperti Perompak
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (1/5) dengan bangga mengatakan bahwa Angkatan Laut AS bertindak "seperti perompak" dalam blokade pelabuhan Iran, saat perang melawan Iran mencapai tenggat waktu legal 60 hari.
"Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump dalam sebuah acara di Florida.
"Kami seperti perompak. Kami memang agak mirip perompak, tetapi kami tidak main-main," kata Trump.
Sebelumnya pada Jumat yang sama, Trump kepada para anggota parlemen AS mengatakan bahwa perang melawan Iran telah "berakhir," sebuah upaya untuk meredam perdebatan mengenai perlunya persetujuan Kongres atas konflik tersebut, demikian dilaporkan Politico.
Berdasarkan Resolusi Kewenangan Perang yang disahkan pada 1973, presiden AS, setelah memberi tahu Kongres tentang penggunaan kekuatan militer, harus mengakhiri aksi tersebut dalam waktu 60 hari, kecuali Kongres mengizinkan pelanjutan aksi militer itu.
AS dan Israel meluncurkan operasi tempur skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Pemerintahan Trump secara resmi memberi tahu Kongres pada 2 Maret mengenai aksi militer tersebut, yang berarti tenggat legal 60 hari akan berakhir pada 1 Mei.
Pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi, pada Sabtu (2/5) mengatakan bahwa kembali pecahnya perang "kemungkinan besar" akan terjadi, sebut kantor berita semiresmi Iran, Fars.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Perang AS, Angkatan Laut AS mencegat dan menaiki dua kapal tanker minyak di Samudra Hindia masing-masing pada 20 April dan 22 April.
Kedua kapal tanker tersebut diduga mengangkut minyak dari Iran. Ant/sumber: Anadolu
- Blokade Selat Hormuz
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Kapal Super Tanker Iran Berhasil Mencapai Selat Lombok setelah Menghindari Blokade Angkatan Laut AS
-
Menhan AS Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Belum Berakhir Meskipun Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
-
PBB: Puluhan Juta Orang Berisiko Kelaparan karena Blokade Selat Hormuz Hambat Pengiriman Pupuk
-
NATO Tolak Gabung dengan AS Blokade Selat Hormuz
-
Penjualan Tiket Whoosh Periode Lebaran 2026 Capai 293 Ribu Tiket
-
Kapal Tanker Tiongkok Lolos dari Blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz
-
Iran Menarget Kapal-kapal Angkatan Laut AS setelah Kapal Tanker Diserang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.