Hadapi Tantangan Logistik, Bapanas-Bulog Salurkan Bantuan Pangan ke Alor NTT

Minggu, 09 Agu 2026, 13:00 WIB

ALOR- Pemerintah memastikan program bantuan pangan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (8/8). 

Kegiatan ini didampingi Pemimpin Wilayah BULOG NTT, Arrahim K. Kanam, serta jajaran pemerintah daerah.

Ket. Foto: Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan) bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) saat menyerahkan bantuan pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (8/8) — Sumber: istimewa

Penyaluran di Kabupaten Alor mencakup alokasi untuk 3 bulan yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. Total Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Alor tercatat sebanyak 37.338 keluarga. Pada kesempatan tersebut, bantuan juga disalurkan secara simbolis di beberapa desa, antara lain Desa Fuisama, Desa Probur, dan Desa Lembur Barat.

Menjangkau Wilayah Kepulauan dengan Tantangan Logistik

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan prioritas pemerintah dan harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan. 

“Pemerintah hadir untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan akses terhadap pangan. Tidak ada wilayah yang terlewat. Kehadiran kami di Alor adalah bentuk komitmen agar bantuan sampai kepada masyarakat sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” ujar Amran.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Perum BULOG menjadi kunci dalam memastikan distribusi berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Komitmen Layanan Sampai ke Pelosok

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi salah satu tantangan dalam rantai distribusi. 

“Hari ini kami hadir di Alor untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai rencana. Untuk alokasi 3 bulan ini, setiap keluarga penerima akan mendapatkan 30 kilogram beras. Kami bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus berupaya agar distribusi dapat dilakukan dengan tertib, aman, dan sesuai jadwal,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, Perum BULOG berkomitmen memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh wilayah di Indonesia. “Bagi BULOG, jarak dan kondisi geografis bukan halangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas pangan,” tegasnya.

Proses penyaluran bantuan pangan di Alor dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat terkait, dan mitra penyalur di tingkat desa. Mekanisme ini dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai data penerima dan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran pimpinan Bapanas dan BULOG di Alor juga menjadi sarana untuk menyerap masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah terkait upaya peningkatan efektivitas distribusi di wilayah kepulauan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.