Memperkuat Imunisasi Nasional dengan Fokus Menjangkau Anak Zero-dose
Sabtu, 02 Mei 2026, 23:15 WIBJakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama mitra pembangunan UNICEF dan WHO menegaskan kembali komitmen nasional untuk memperkuat program imunisasi dengan fokus menjangkau anak zero-dose melalui momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.
Meski menunjukkan kemajuan, Kemenkes mencatat masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali sehingga menjadi fokus utama intervensi ke depan
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Sabtu mengatakan, penguatan imunisasi rutin menjadi prioritas utama pihaknya pascapandemi COVID-19.
âSetelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama. Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,â ujar Andi Saguni.
Ia juga memastikan pemerintah telah mengantisipasi ketersediaan vaksin secara nasional.
âKami pastikan ketersediaan vaksin aman, bahkan hingga sembilan bulan ke depan. Tidak boleh ada lagi alasan kekurangan vaksin. Selain itu, distribusi dan kualitas rantai di daerah juga harus dijaga agar imunisasi berjalan optimal,â katanya.
Sementara Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan Indri menekankan pentingnya momentum PID 2026 untuk mempercepat capaian program imunisasi nasional.
âMelalui rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi generasi kita. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,â ujarnya.
Ia juga menambahkan, berbagai inovasi telah dilakukan untuk mendukung program imunisasi.
Pada kesempatan yang sama, Perwakilan UNICEF Indonesia Jean Lokenga menekankan imunisasi adalah hak dasar anak yang harus dipenuhi, serta pentingnya menjangkau kelompok yang belum terlayani.
âLebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat,â kata Jean Lokenga.
Dari sisi global, perwakilan WHO Indonesia Olivia menyampaikan imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dan berdampak luas.
Karena itu, ia mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.
âTidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,â katanya
- imunisasi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Imunisasi Pelajar untuk Mencegah Potensi Wabah Penyakit
-
Bank Indonesia Proyeksikan Suku Bunga The Fed Turun ke 4% di 2025 dan 3,5% di 2026
-
Polda NTB Bongkar Praktik Beras Tak Sesuai Label, Satgas 2026 Turun Tangan
-
Cegah Penyebaran Campak, Pemprov DKI Gelar Imunisasi Massal di Wilayah Terdampak
-
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Arah Laut Timur
-
Harga Cabai Rawit Merah Rp82.950/Kg, Telur Ayam Rp32.300/Kg
-
Bantuan sosial Imlek 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.