Kementrans Buka Pendaftaran bagi Tim Ekspedisi Patriot Nasional 2026
Sabtu, 02 Mei 2026, 19:45 WIBJAKARTAÂ - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka pendaftaran 1.400 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di 52 kawasan transmigrasi. Program tersebut menjadi kelanjutan TEP 2025 dalam pengembangan sumber daya manusia unggul nasional.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, TEP 2026 berfokus pada aksi langsung masyarakat. Program ini mencakup penelitian, pendampingan, hingga pembinaan masyarakat di kawasan transmigrasi nasional.
âSaya bersyukur kehadiran Tim Ekspedisi Patriot mengobati kerinduan masyarakat akan hadirnya negara dan pemerintah. Semoga ini berjalan lancar," kata Iftitah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/5).
Ia menjelaskan TEP 2026 tidak lagi berfokus pada pemetaan potensi ekonomi kawasan transmigrasi. Program kini diarahkan pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 1 Mei 2026 melalui laman resmi Kementerian Transmigrasi. Peserta minimal lulusan sarjana dan berasal dari berbagai kalangan masyarakat serta perguruan tinggi.
âKalau sebelumnya fokus riset dan pemetaan ekonomi, sekarang lebih banyak aksi nyata lapangan. Jadi memang akan semakin melihat kondisi di lapangannya seperti apa," ujar dia.
Iftitah menekankan, pemerintah akan menghadirkan pembangunan infrastruktur dasar sesuai kebutuhan masyarakat kawasan transmigrasi. Infrastruktur tersebut mencakup pembangunan jalan hingga penyediaan air bersih bagi warga.
Peserta TEP 2026 akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi prioritas nasional di seluruh Indonesia. Kawasan itu tersebar mulai Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku Utara, hingga Papua.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai mendukung kembali dilanjutkanya program TEP di 2026. TEP dinilai menjadi harapan baru dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat daerah.
"Kementerian Transmigrasi melakukan pendekatan baru di dalam transmigrasi di Papua. Pendekatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, sehingga dapat memetakan potensi ekonomi wilayah, memetakan kelembagaan ekonomi yang kontekstual dengan Papua," ujar Velix. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Koleksi Voneworld x Sarah Sofyan Vol II yang Menyatukan Kemewahan dan Kepedulian
-
Upskilling Jadi Senjata Lulusan Vokasi untuk Rebut Peluang Kerja Lokal hingga Global
-
Jejak Epstein di Silicon Valley Terungkap dari Dokumen DOJ
-
Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025
-
Satpol PP Bakal Patroli, Pemkot Bandung Mulai Berlakukan Jam Malam bagi Pelajar
-
Implementasi KDMP Harus Berbasis pada Kesiapan Masing-Masing Desa
-
Anggota DPR: Revisi UU Haji Penting untuk Menjamin Perlindungan Hak Jemaah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.