Sebagian Wilayah Indonesia Diterjang Hujan Sangat Lebat

Jumat, 01 Mei 2026, 07:41 WIB

JAKARTA – Sepanjang hari ini sebagian wilayah Indonesia bakal diterjang hujan sangat lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kombinasi dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia pada Jumat, sehingga perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat sejumlah wilayah.

Prakirawan cuaca BMKG Lintang Alya N mengatakan dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat, bahwa wilayah tersebut meliputi Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Ket. Foto: hujan deras — Sumber: ant

Kemudian untuk Indonesia bagian barat, kata dia, perlu mewaspadai potensi hujan petir di Padang (Sumatera Barat), Bengkulu, Bandar Lampung, dan Pontianak (Kalimantan Barat). Dia juga menyoroti potensi hujan sedang di Palembang (Sumatera Selatan) dan Serang (Banten).

Selain itu, lanjut dia, potensi hujan ringan di Banda Aceh, Medan (Sumatera Utara), Pekanbaru (Riau), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Jambi, Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Samarinda (Kalimantan Timur), dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).

Selain itu, kata dia, terdapat potensi udara kabur di Surabaya (Jawa Timur). "Untuk bagian timur Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Ternate (Maluku Utara) dan Ambon (Maluku)," kata Lintang.

Ada juga potensi hujan sedang di Mamuju (Sulawesi Barat). Kemudian potensi hujan ringan di Denpasar (Bali), Mataram (Nusa Tenggara Barat/NTB), Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), Gorontalo, Manado (Sulawesi Utara), dan di seluruh wilayah Papua, serta potensi berawan di kota Kupang (Nusa Tenggara Timur/NTT).

Longsor di Lebak

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan areal persawahan dan kebun milik masyarakat terdampak bencana longsor akibat cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan lebat disertai kencang di daerah itu.

"Bencana longsor terjadi Rabu (28/4) malam di Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, pedalaman Lebak dan kejadian itu tidak ada laporan korban jiwa," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Kamis.

Peristiwa bencana longsor tersebut mengakibatkan sembilan petak sawah dan tiga kebun milik masyarakat setempat mengalami kerusakan. Diperkirakan sekitar tiga hektare areal persawahan dan kebun milik warga yang terdampak bencana longsor.

Oleh karenanya BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi, seperti perbukitan, agar mewaspadai potensi bencana longsor susulan.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata dia,  curah hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang dalam beberapa hari ke depan.

"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam jika terjadi cuaca ekstrem, sebaiknya mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata Sukanta.

Menurut dia, BPBD Lebak menerjunkan tim percepatan penanggulangan bencana alam ke lokasi untuk meninjau longsoran di Desa Cibarani setinggi 50 meter.

Kebanyakan masyarakat di daerah itu tinggal di perbukitan, karena berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Dengan demikian pihaknya mengingatkan masyarakat setempat, terutama pada malam hari bila cuaca ekstrem, berlangsung mengungsi ke tempat lebih aman.

"Peringatan imbauan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Sukanta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.