Xavi Ungkap Laporta Gagalkan Rencana Lionel Messi Kembali ke Barcelona

Selasa, 10 Mar 2026, 07:00 WIB

BARCELONA — Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernández, mengungkap bahwa presiden klub saat itu, Joan Laporta, menggagalkan rencana kepulangan legenda klub Lionel Messi pada tahun 2023 karena khawatir akan terjadi perebutan pengaruh di dalam klub.

Messi, peraih delapan trofi Ballon d'Or, meninggalkan Barcelona pada tahun 2021 untuk bergabung dengan Paris Saint‑Germain sebelum akhirnya melanjutkan karier ke klub Inter Miami CF di Major League Soccer dua tahun kemudian.

Ket. Foto: Xavi Hernandez. — Sumber: AFP

Dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol La Vanguardia yang terbit Minggu (8/3) malam, Xavi mengungkap bahwa dirinya sempat menghubungi Messi pada awal 2023, tidak lama setelah sang megabintang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia FIFA 2022.

“Leo sebenarnya sudah siap kembali. Pada Januari 2023, setelah menjuarai Piala Dunia, kami berbicara dan dia mengatakan ingin pulang,” ujar Xavi.

Menurutnya, secara finansial Barcelona telah memperoleh lampu hijau dari La Liga untuk mewujudkan transfer tersebut. Namun keputusan akhirnya berubah di tingkat manajemen tertinggi klub.

“Kami sudah mendapat izin dari La Liga, tetapi presiden yang membatalkannya,” kata Xavi.

“Laporta mengatakan kepada saya, kata demi kata, bahwa jika Leo kembali maka dia akan ‘berperang’ dengannya, dan dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.”

Xavi menambahkan bahwa setelah keputusan tersebut, komunikasi dengan Messi tiba-tiba terhenti.

“Leo berhenti menjawab telepon saya karena dia diberi tahu bahwa kepulangannya tidak mungkin terjadi.”

Pelatih yang membawa Barcelona menjuarai La Liga musim 2022-2023 itu menegaskan bahwa dari sisi sepak bola, rencana itu sudah sangat matang. Ia bahkan membayangkan momen emosional terakhir bagi Messi di Camp Nou.

“Kami ingin menjalani ‘tarian terakhir’, seperti yang dilakukan Michael Jordan,” kata Xavi, merujuk pada musim perpisahan legenda NBA tersebut.

Namun Laporta segera menanggapi pernyataan mantan pelatihnya itu. Presiden Barcelona yang baru saja mengundurkan diri untuk maju kembali dalam pemilihan pekan ini menyebut Xavi hanya merasa kecewa.

“Dengan Xavi saya merasa kami akan kalah, sementara dengan Hansi Flick kami akan menang,” kata Laporta dalam debat kandidat presiden pada Senin.

Laporta menegaskan bahwa keputusan Messi tidak kembali bukan karena klub menolak, melainkan pilihan sang pemain sendiri. Ia mengklaim ayah sekaligus agen Messi, Jorge Messi, telah menjelaskan situasinya.

“Saya bahkan sudah mengirimkan kontrak kepada Jorge Messi. Dia kemudian datang ke rumah saya dan mengatakan bahwa jika Leo kembali, tekanan di sini akan terlalu besar,” ujarnya.

Messi sendiri tetap menjadi ikon terbesar dalam sejarah Barcelona. Penyerang Argentina itu merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 672 gol serta membantu Blaugrana meraih rekor 34 trofi selama kariernya di Camp Nou.

Dalam kesempatan yang sama, Laporta juga mengungkap bahwa Barcelona pernah menolak tawaran fantastis sebesar 250 juta euro dari Paris Saint‑Germain untuk wonderkid mereka, Lamine Yamal, yang dilaporkan diajukan pada bursa transfer musim panas 2024.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.