Kisah Haru Shilvya Rawat Nenek Stroke, Terbantu Program JKN Sejak 2023
Kamis, 30 Apr 2026, 13:03 WIBÂ Pengalaman merawat anggota keluarga yang sakit menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Shilvya (20), seorang mahasiswa semester enam Universitas Tadulako, yang bersama keluarga mendampingi sang nenek saat mengalami stroke pada tahun 2023.
âAwalnya nenek saya tiba-tiba mengalami gejala wajah mencong ke satu sisi, lalu tangan dan kaki sebelah kanan terasa lemah. Beliau juga sempat sulit bicara dan terlihat bingung saat diajak berkomunikasi. Kami langsung panik dan segera membawanya ke rumah sakit,â ujar Shilvya, warga Kelurahan Tondo di Kota Palu, Kamis.
Gejala yang dialami neneknya merupakan tanda umum stroke, seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh, hingga gangguan berbicara.
Keluarga Shilvya segera membawa neneknya ke UGD RSUD Mokopido Tolitoli untuk mendapatkan pertolongan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RS Anutapura Palu untuk penanganan lanjutan.
âKami bersyukur, karena nenek sudah terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN). Jadi, saat dirujuk ke Palu, prosesnya berjalan lancar. Semua ditangani sesuai prosedur medis,â ujarnya.
Setelah menjalani perawatan intensif, neneknya kini rutin melakukan kontrol di rumah sakit selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Hasilnya, kondisi kesehatan nenek Shilvya berangsur membaik hingga kini sudah dapat kembali beraktivitas secara normal.
âKami benar-benar merasakan manfaat dari JKN, karena pengobatan stroke itu tidak sebentar, membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,â ungkap Shilvya.
Selain pengalaman merawat neneknya, Shilvya juga mengaku pernah merasakan langsung manfaat Program JKN saat dirinya harus menjalani perawatan akibat radang lambung.
Sebagai peserta aktif dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bantuan Pemerintah Daerah, Shilvya dan keluarganya merasa terbantu dengan adanya program JKN.
âProsesnya mudah dan pelayanannya juga baik. Saya bersyukur sekali, karena setiap sakit, saya dan keluarga tidak terbebani lagi dengan biaya pengobatan, bahkan kalau berobat kami hanya cukup membawa KTP saja dan langsung ditangani,â ujarnya.
Ia menilai sistem rujukan dalam Program JKN memudahkan peserta untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis, meskipun berada di daerah yang berbeda.
âWalaupun kami dari Tolitoli, saat dirujuk ke Palu semua bisa berjalan lancar. Yang penting mengikuti alur layanan dari fasilitas kesehatan (Faskes) pertama hingga rumah sakit rujukan,â tambahnya.
Shilvya menyampaikan harapannya agar Program JKN dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
âBintang seratus untuk program JKN, terutama saat kondisi darurat seperti ini. Saya berharap program JKN terus ada dan semakin baik ke depannya. Untuk masyarakat yang menjadi peserta JKN, jangan ragu untuk datang dan berobat ke Faskes, saya sendiri sudah merasakan manfaat program ini, dan tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali saat saya berobat,â katanya.
- Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Cek Aturan Baru BPJS Kesehatan Juni 2026: Pasien Wajib Kontrol Sesuai Jadwal
-
Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Tol Sibanceh
-
Indef: Saat Rupiah Tertekan, LCT dan Ekspor Jadi Tameng Ekonomi
-
Menkop Bentuk Super Tim untuk Percepat Ekonomi Kerakyatan di Desa
-
Pemprov DKI Jakarta Resmikan CFD Kuningan dan Gerakan Pilah Sampah
-
Rekor MURI tari daerah di TMII
-
BMKG: Sirkulasi Siklonik di Samudra Hindia Laut Banda Memicu Hujan Lebat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.