KM Sabuk Nusantara Nabrak Rumah dan Perahu Nelayan di Banda Neira, Pelni Pastikan Ganti Rugi
Rabu, 29 Apr 2026, 07:55 WIBAMBON - PT Pelni Cabang Ambon memastikan akan mengganti kerugian warga akibat insiden KM Sabuk Nusantara 106 yang menabrak rumah dan perahu nelayan di Banda Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4).Â
Kepala PT Pelni Cabang Ambon Ridwan Mandaliku di Ambon, Selasa (28/4), mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dalam peristiwa tersebut.
"Pelni memastikan akan mengganti seluruh kerugian yang diakibatkan oleh Kapal Sabuk Nusantara 106 yang menabrak rumah milik warga dan beberapa long boat milik nelayan. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan kepastian dan kenyamanan di tengah masyarakat yang terdampak," katanya.
Ia menjelaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk menangani dampak insiden sekaligus menelusuri penyebab kejadian.
"Waktu kejadian kami langsung gerak cepat koordinasi dengan tim Pelni di lapangan. Saat ini kami masih menelusuri apa penyebabnya," ujarnya.
Berdasarkan hasil konfirmasi sementara, insiden tersebut menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
"Dampaknya hanya satu rumah warga yang terdampak berupa jebol dan mengalami rusak parah, sementara penyebabnya masih kami telusuri," kata dia.
Selain itu, insiden juga merusak sejumlah long boat dan satu unit mesin ketinting milik nelayan, serta dua kamar penginapan di kawasan pantai setempat.
Ridwan menambahkan pihaknya telah menemui keluarga terdampak untuk mendata dan merinci kerugian sebagai dasar proses penggantian.
"Untuk keluarga yang terdampak ini kami sudah menemui pihak keluarga untuk merincikan kerugiannya," ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut," katanya.
Insiden terjadi sekitar pukul 09.45 WIT saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Banda Neira usai berlayar dari Pelabuhan Amahai, Pulau Seram.
Berdasarkan keterangan polisi, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta, dengan dugaan sementara dipicu gangguan pada mesin kapal, khususnya sistem pengendali throttle mesin kanan.
Sebelumnya, video insiden yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian depan kapal menabrak dinding rumah warga hingga jebol.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kedubes Inggris Mengunjungi KM Kelud Melihat Langsung Tranformasi Pelni
-
Arus balik dengan KM Nggapulu tiba di Ternate
-
Proses Bongkar Muatan 275 Ekor Sapi dari KM Camara Nusantara 1 Angkutan Ternak untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Jelang Idul Adha
-
Mengenal Armada Pelni dalam Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
-
Penataan Kabel Udara di Belitung, Bupati: Sudah Terlalu Semrawut
-
Pelni Tingkatkan Frekuensi Pelayaran Rute Batam–Belawan
-
Wapres Gibran Minta Warga Jangli Tidak Kembali ke Rumah Terdampak Tanah Gerak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.