Ketajaman PSG Hadapi Mental Juara Bayern

Selasa, 28 Apr 2026, 06:37 WIB

PARIS - Pertemuan dua kekuatan besar sepak bola Eropa tersaji dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (29/4) dini hari WIB, ketika Paris Saint-Germain menjamu Bayern Munich di Parc des Princes. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga pertarungan gengsi antara juara bertahan dan penguasa Bundesliga yang sama-sama lapar akan supremasi benua biru. Bahkan ini bisa disebut “final” dini.

PSG melangkah ke empat besar dengan penuh keyakinan usai menyingkirkan Liverpool secara meyakinkan, agregat 4-0. Sementara itu, Bayern menunjukkan mental baja dengan meredam upaya kebangkitan Real Madrid di perempat final. Dua jalur berbeda, satu tujuan: final di Budapest.

Ket. Foto: Penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele dan Penyerang Bayern Munich, Luis Diaz (kanan) — Sumber: FRANCK FIFE/ FRANCK FIFE/AFP

Di bawah arahan Luis Enrique, PSG memang tidak selalu tampil dominan di Ligue 1 musim ini. Namun di Eropa, klub berjuluk Les Parisiens justru menunjukkan karakter juara. Empat kemenangan beruntun atas Chelsea dan Liverpool, dengan total 12 gol, menjadi bukti ketajaman lini serang mereka. Bahkan, keberhasilan mencapai semifinal untuk tiga musim berturut-turut mencatat sejarah baru bagi klub Prancis.

Nama Ousmane Dembele menjadi salah satu pembeda, terutama lewat dua golnya di Anfield. Kini PSG mengincar tonggak sejarah lain: kemenangan ke-100 di Liga Champions, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih klub Prancis mana pun.

Meski sempat tersandung oleh Lyon, PSG kembali ke jalur kemenangan dengan dua hasil 3-0 atas Nantes dan Angers. Dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen Ligue 1 dan empat laga tersisa, gelar domestik tampak tinggal menunggu waktu.

Di kubu tamu, Bayern datang dengan status juara Bundesliga usai menundukkan Stuttgart 4-2 pada tanggal 19 April. Namun, selebrasi yang relatif tenang mencerminkan standar tinggi klub Bavaria, dominan di dalam negeri, tetapi belum kembali menaklukkan Eropa sejak 2020.

Di bawah arahan Vincent Kompany, Bayern menunjukkan konsistensi impresif. Tujuh kemenangan beruntun di Liga Champions, termasuk dua kemenangan dramatis atas Real Madrid, mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat juara. Bahkan secara keseluruhan, mereka mengoleksi sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Andalkan Kane

Striker andalan Harry Kane menjadi pusat perhatian. Dengan 53 gol dari 45 pertandingan musim ini, Kane tampil luar biasa, bahkan mendekati rekor satu musim milik Robert Lewandowski. Namun bagi Kane, ambisi utama bukan sekadar angka.

“Saya di sini untuk memenangkan Liga Champions,” tegasnya. “Rekor individu penting, tapi trofi tim adalah prioritas,” tambahnya. Peran Kane pun berkembang. Dia tak sekadar menjadi finisher, tetapi juga aktif turun ke lini tengah, membantu membangun serangan. Pendekatan kolektif ini sejalan dengan filosofi Kompany, yang bahkan rela “menyimpan” Kane demi menjaga kebugarannya untuk laga-laga besar.

Meski demikian, Bayern menghadapi tantangan. Kompany harus absen di pinggir lapangan akibat akumulasi kartu. Asistennya, Aaron Danks, mengambil alih kendali. Beberapa pemain seperti Serge Gnabry juga masih dibekap cedera.

PSG mendapat kabar cukup baik dengan pulihnya beberapa pemain kunci, meski kondisi Vitinha masih diragukan. Kehadiran Fabian Ruiz di lini tengah menjadi suntikan penting jelang duel krusial ini.

Menariknya, Bayern punya catatan bagus atas PSG, termasuk kemenangan 2-1 di fase liga November lalu. Namun tuan rumah tentu tak lupa luka lama, termasuk kekalahan di final 2020. ben/AFP/G-1

Perkiraan Formasi ν

Paris Saint-Germain 4-3-3

Safonov

Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes

Ruiz, Zaire-Emery, Neves

Doue, Dembele, Kvaratskhelia

Bayern Munich 4-2-3-1

Neuer

Stanisic, Upamecano, Tah, Laimer

Pavlovic, Kimmich

Olise, Musiala, Diaz

Kane

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.