- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Batalkan Keberangkat...
Trump Batalkan Keberangkatan Delegasi AS ke Pakistan untuk Pembicaraan Gencatan Senjata dengan Iran
Minggu, 26 Apr 2026, 02:16 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat,Donald Trump membatalkan kunjungan utusan AS ke Pakistan untuk pembicaraan gencatan senjata dengan Iran.
Dari The Guardian, Trump telah mengkonfirmasi pembatalan rencananya untuk mengirim utusan AS untuk pembicaraan gencatan senjata di Pakistan , dengan mengatakan bahwa "terlalu banyak waktu" telah "terbuang untuk perjalanan".
âSaya baru saja membatalkan perjalanan perwakilan saya ke Islamabad, Pakistan, untuk bertemu dengan pihak Iran,â tulis Trump di Truth Social.
âTerlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada perselisihan dan kebingungan yang luar biasa di dalam 'kepemimpinan' mereka. Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka sendiri,â tambahnya.
 âJuga, kita memegang kendali penuh, mereka tidak punya kendali sama sekali! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!â
Secara terpisah, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian , mengenai perkembangan situasi regional.
âPakistan tetap berkomitmen untuk berperan sebagai fasilitator yang jujur ââdan tulus â bekerja tanpa lelah untuk memajukan perdamaian yang langgeng dan stabilitas yang abadi di kawasan ini,â kata Sharif dalam sebuah unggahan di media sosial.
Senator Partai Republik Lindsey Graham , sekutu setia Trump yang secara terbuka mendukung perang AS terhadap Iran , memuji keputusan presiden untuk membatalkan rencana kunjungan utusan AS ke Pakistan untuk pembicaraan gencatan senjata .
âKeputusan Presiden Trump untuk membatalkan kunjungan Witkoff-Kushner ke Pakistan guna melanjutkan negosiasi dengan Iran saat ini adalah keputusan yang sangat bijaksana,â tulis Graham di X.
Senator itu juga menambahkan bahwa prioritas utama AS seharusnya adalah "untuk membangun kendali yang kuat atas Selat Hormuz", dan mengatakan bahwa operasi militer lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencapai hal ini.
âUntuk mencapai tujuan itu, keterlibatan militer AS mungkin diperlukan dalam jangka pendek. Risiko yang terkait dengan pemulihan kebebasan navigasi di selat itu sangat sepadan,â kata Graham.
- Perang Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Draf Akhir Kesepakatan Damai Antara AS dan Iran Telah Tercapai
-
Dewan Keamanan Iran Mengkonfirmasi Perang akan Segera Berakhir
-
Direktur Iintelijen AS Tulsi Gabbard Mengundurkan Diri setelah Masa Jabatan Penuh Gejolak
-
Pesan Terbaru Iran Picu Pertanyaan Tentang Suksesi Mojtaba Khamenei.
-
Kesepakatan Damai AS dengan Republik Islam Iran Telah Tercapai, Penandatanganan pada 19 Juni
-
Iran Menetapkan 'Garis Merah' Hak Perkaya Uranium di Tengah Ketegangan dengan Trump
-
Pilot-pilot F-5 Iran Ungkap Kisah Serangan Jauh di Garis Belakang Lawan, Pangkalan Udara AS Kuwait
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.