Iran Hantam Jantung Operasi Militer AS di Yordania, Armada Black Hawk AS Hangus Bergelimpangan

Selasa, 21 Jul 2026, 00:02 WIB

AMMAN - Serangan rudal Iran terhadap fasilitas militer AS di Yordania, yang dilancarkan sebagai tanggapan terhadap serangan AS, pada Jumat pekan lalu, telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar. The New York Times, mengutip penilaian berdasarkan citra satelit, video terverifikasi, dan pernyataan resmi, melaporkan bahwa sejumlah besar helikopter UH-60 Black Hawk mengalami kerusakan. 

Dari Military Watch, kerugian yang dilaporkan menambah bukti yang semakin banyak bahwa serangan balasan Iran mencapai dampak yang jauh lebih besar terhadap infrastruktur militer AS daripada yang awalnya diakui. Helikopter Black Hawk termasuk di antara banyak pesawat dan aset militer yang ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti dan fasilitas lain di Yordania yang berulang kali menjadi sasaran serangan rudal balistik dan drone. Serangan baru-baru ini terhadap pangkalan tersebut juga mengakibatkan kematian dua anggota militer AS dan menyebabkan satu orang lainnya hilang, yang menggarisbawahi bahwa Yordania telah menjadi salah satu front utama dalam konflik regional yang semakin meluas. Angka korban ini tidak termasuk kematian para kontraktor, yang memainkan peran sentral di semua fasilitas garis depan utama, termasuk dalam banyak kasus dalam pertempuran. 

Ket. Foto: Meskipun jumlah pasti helikopter yang terkena dampak belum diungkapkan secara resmi, kerusakan pada beberapa UH-60 berpotensi menjadi kemunduran operasional yang signifikan. — Sumber: Istimewa

Meskipun jumlah pasti helikopter yang terkena dampak belum diungkapkan secara resmi, kerusakan pada beberapa UH-60 berpotensi menjadi kemunduran operasional yang signifikan. Black Hawk berfungsi sebagai helikopter utilitas utama Angkatan Darat AS, melakukan pengangkutan pasukan, evakuasi korban, dukungan operasi khusus, logistik, dan misi komando dan kendali. Tidak seperti pesawat tempur sayap tetap, helikopter yang diparkir di pangkalan operasi garis depan seringkali sulit untuk disebar selama periode serangan rudal yang berkelanjutan. Sistem rotornya yang besar, tangki bahan bakar yang terbuka, dan ketersediaan tempat perlindungan yang terbatas membuat mereka sangat rentan terhadap fragmentasi dari hulu ledak rudal balistik atau benturan di dekatnya.

Menurut penilaian yang dikumpulkan dari citra satelit dan bukti sumber terbuka, serangan rudal Iran telah merusak setidaknya  17 situs militer yang terkait dengan AS , termasuk  11 instalasi militer Amerika , dengan sistem radar, infrastruktur komunikasi, area parkir pesawat, dan fasilitas logistik sebagai target utama. Kerusakan Black Hawk di Yordania hanyalah salah satu komponen dari kerugian penerbangan yang lebih luas yang diderita selama konflik. Pelaporan sumber terbuka dan pernyataan resmi telah mendokumentasikan penghancuran atau kerusakan drone MQ-9 Reaper, pesawat angkut, helikopter, pesawat tanker udara, dan pesawat peringatan udara di beberapa pangkalan. Ini termasuk laporan penghancuran setidaknya satu pesawat tempur F-15E pada 19 Juli. Angkatan Bersenjata AS telah berupaya meminimalkan kerugian dengan menyebar pesawat menjauh dari fasilitas utama. 

  • Perang Iran

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.