Kemensos Rekrut Siswa Sekolah Rakyat dengan Berbasis DTSEN
Minggu, 26 Apr 2026, 15:40 WIBBANDARLAMPUNG - Kementerian Sosial (Kemensos) tidak membuka pendaftaran siswa Sekolah Rakyat, namun merekrut merekaberbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat. Jadi, yang ada adalah penjangkauan dengan basis DTSEN untuk keluarga paling tidak mampu," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Bandarlampung, Minggu (26/4).
Selain itu guna memastikan sekolah rakyat tepat sasaran, pihaknya juga melakukan penjangkauan di tempat-tempat tertentu guna melakukan asistensi agar anak yang melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhan merekamau diberikan pendidikan melalui program ini.
"Artinya, kami juga proaktif. Misalnya kami melihat anak-anak di jalan yang masih dalam usia sekolah tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhannya, maka akan diasistensi dan dijangkau untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat," katanya.
Menurutnya, saat sudah banyak anak-anak di usia sekolah yang ikut dalam program Sekolah Rakyat, yang sebelumnya mereka ikut membantu orang tuanya dan harus putus sekolah.
"Jadi sebelum anak-anaknya bisa mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat, orang tuanya kami ajak diskusi. Jadi kalau datanya sama dengan fakta di lapangan dan orang tuanya setuju, maka akan kami berikan sosialisasi tentang berbagai hal yang terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat," katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat bukan hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga turut memberdayakan orang tuanya melalui berbagai program sosial dan ekonomi.
"Yang ingin kami sampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan, dimana orang tua mereka juga akan diberdayakan melalui berbagai program strategis seperti diberikan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga keterlibatan dalam Koperasi Desa Merah Putih," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Ia berharap dengan berbagai dukungan yang diberikan oleh pemerintah, baik anak yang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat maupun orang tuanya, dapat terbebas dari kemiskinan dan menjadi keluarga yang mandiri.
"Kami harapkan dalam kurun waktu tertentu, setelah anak-anak tersebut lulus dari Sekolah Rakyat, orang tuanya juga bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri," kata Mensos Saifullah Yusuf.
- Kemensos
- DTSEN
- Rekrut Siswa Sekolah Rakyat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kafilah Maros Juara Umum MTQ ke-34 Sulsel, Tampil Gemilang di Tingkat Provinsi
-
Mengoptimalkan Menu Telur di MBG untuk Stabilkan Harga
-
Tingkatkan Keselamatan Perjalanan, Kemenhub Intensifkan Rampcheck Bus Selama Libur Sekolah 2026
-
SD di Ciamis hanya terima satu siswa baru
-
Pedasnya Harga Cabai Rawit di Pasar Cipete, Jelang Idul Adha Capai Rp90 Ribu
-
Target siswa Sekolah Rakyat
-
Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.