Kekompakan, Kunci Bidik Semifinal Thomas Cup

Jumat, 24 Apr 2026, 06:40 WIB

JAKARTA - Peluang tim bulu tangkis Indonesia di Piala Thomas 2026 tak semata ditentukan kualitas individu, melainkan kemampuan menjaga kebersamaan di tengah tekanan pertandingan beregu. Hal itu ditegaskan mantan pelatih nasional, Marleve Mainaky. Dia menilai soliditas tim menjadi faktor pembeda saat persaingan memasuki fase krusial.

Menurut Marleve, target realistis bagi tim putra adalah menembus semifinal. Namun, pengalaman panjangnya di ajang beregu menunjukkan bahwa atmosfer tim kerap menjadi penentu hasil akhir. “Secara realitas kita harus siap minimal bisa ke semifinal. Setelah itu, di beregu faktor kekompakan sangat menentukan,” ujarnya.

Ket. Foto: Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting saat berlatih pada hari pertama jelang Piala Thomas dan Uber 2026 di Horsens Badminton Club, Denmark, Sabtu (18/4). — Sumber: ANTARA/HO-PBSI

Peraih gelar Indonesia Open 2001 itu menekankan peran pelatih dalam membangun suasana yang kondusif agar para pemain mampu mengeluarkan kemampuan terbaik. Ia menyebut komunikasi dan kepercayaan antara pemain dan pelatih menjadi fondasi penting untuk menjaga performa di lapangan.

Komposisi skuad Indonesia yang memadukan pemain senior dan muda dinilai sebagai langkah wajar dalam proses regenerasi. Nama-nama berpengalaman seperti Jonatan Christie tetap menjadi tulang punggung. Sedangkan pemain muda seperti Alwi Farhan mulai mendapat ruang untuk berkembang sebagai andalan masa depan. “Pengalaman pemain senior tetap penting, tapi regenerasi harus berjalan,” kata Marleve.

Rasa Optimis tetap terjaga meski Indonesia datang tanpa gelar dari rangkaian tur Eropa dan Kejuaraan Asia 2026. Marleve menilai hasil tersebut tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya di format beregu. “Secara individu kita kuat, kebersamaan juga bagus. Peluang itu tetap ada,” ujarnya.

Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan sebagai ujung tombak tunggal, dengan dukungan Alwi Farhan serta Mohammad Zaki Ubaidillah. Di sektor ganda, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi andalan, ditopang opsi tambahan dari Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani hingga duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Sementara itu, di Denmark, tim Indonesia mulai beradaptasi dengan kondisi arena di Forum Horsens yang menghadirkan tantangan teknis. Karakter shuttlecock yang melaju cepat menjadi fokus utama dalam sesi latihan singkat.

Pemain ganda putri, Rachel Allessya Rose, mengakui kecepatan bola terasa berbeda dibanding turnamen lain. Namun, faktor pencahayaan dan angin dinilai tidak menjadi kendala berarti. Ukuran arena yang relatif kecil justru dipandang menguntungkan karena dukungan penonton akan terasa lebih dekat.

Di sektor Uber, Indonesia mengandalkan Putri Kusuma Wardani yang tengah menunjukkan tren positif, bersama Ester Nurumi Tri Wardoyo dan pemain muda lainnya. Kombinasi pengalaman dan energi baru diharapkan mampu menjaga daya saing tim putri.

Dengan jadwal padat sejak fase grup, konsistensi performa menjadi tuntutan utama bagi skuad Merah Putih. Bagi Marleve, kunci utama tetap sederhana namun krusial: menjaga kebersamaan. “Di beregu, yang paling penting mereka bisa sehati,” ujarnya.

Perjalanan tim Indonesia di fase grup Piala Thomas 2026 akan dimulai dengan menghadapi Aljazair pada hari Jumat (24/4)l malam WIB.

Dua hari berselang, tantangan meningkat saat Indonesia berjumpa Thailand, Minggu (26/4) siang WIB.

Indonesia kemudian menutup fase grup dengan menghadapi Prancis, Selasa (28/4) malam WIB. Laga terakhir ini berpotensi krusial dalam menentukan langkah ke babak gugur, terutama jika persaingan di klasemen berlangsung ketat hingga pertandingan penutup.

Sementara itu, di Piala Uber 2026, tim putri Indonesia akan memulai kiprah dengan menghadapi Kanada, Sabtu (25/4)l sore WIB. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.